46 Ekor Ternak Terjangkit PMK, Kapolres Demak Intensifkan Monitoring

Avatar Of Arief
46 Ekor Ternak Terjangkit Pmk, Kapolres Demak Intensifkan Monitoring
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat memberikan keterangan kepada awak media disela pengecekan ternak di peternakan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak.

– Dinas dan Kabupaten , mencatat 46 ekor sapi dan kerbau terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dari laporan tersebut, intensifkan monitoring peternakan dan pemeliharaan hewan di Kabupaten .

46 Ekor Ternak Terjangkit Pmk, Kapolres Demak Intensifkan Monitoring

Hal itu disampaikan Kapolres AKBP Budi Adhy Buono saat di peternakan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah.

“Dari pemeriksaan yang kita lakukan pertanggal 28 Mei kemarin, ada 35 ekor yang terjangkit, sekarang ada 46 ekor sapi dan kerbau yang terjangkit PMK,” terang Budi, Senin (30/5/22).

Baca Juga :  Dikejar Target, Puskesmas Kecamatan Tetap Gelar Vaksinasi di Dua Desa Dalam Sehari

Budi mengungkapkan, tim gabungan , dan Dinas telah melakukan penanganan dengan menyuntikkan antibiotik, vitamin dan penyemprotan disenfektan pada setiap kandang ternak.

“Saat ini, kita sudah lakukan karantina atau isolasi terhadap ternak yang terjangkit. Selain itu, kita juga meminta peternak untuk membuat surat keterangan untuk tidak melakukan aktivitas jual beli ternak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Babinsa Melaksanakan Trecer Bersama Masyarakat Binaannya

Lanjutnya, dengan adanya kasus PMK, akan memperketat penyekatan arus lalu lintas ternak di titik – titik perbatasan.

“Jadi kita sudah melakukan pemeriksaan di dua titik, Pos Lantas Jebor dan Lingkar Hatta,” ujar Budi.

Pihaknya, tutur Budi, sudah lakukan penyekatan, baik pemeriksaan administrasi surat keterangan hewan (SKKH) dan hewan itu sendiri.

“Dengan adanya kasus, kita akan lebih memperketat arus lalu lintas hewan dari Purwodadi, Grobogan dan wilayah Pati,” terang Kapolres .

Baca Juga :  Ketua LSM LAMI Lingga : Pemerintah Harus Tegas, Jangan Hanya Diam

Dari pengecekan dilakukan di kandang ternak di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, petugas menutup sementara aktivitas dengan menempelkan imbauan.

Selain itu, pemilik ternak juga diminta membuat surat untuk tidak membeli atau menjual hewan ternak selama karantina hewan. (had)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News