Akibat Pupuk Langka, Harga Beras di Bengkulu Melonjak

Avatar Of Arief
Akibat Pupuk Langka, Harga Beras Di Bengkulu Melonjak
Harga beras di Bengkulu naik

– Pemerintah diminta segera mengambil langkah untuk menekan harga bahan pokok yang melonjak tinggi saat ini di pasaran.

Seperti harga beras di pasar tradisional mengalami kenaikan pada kisaran seribu hingga Rp2 ribu perkilogram.

Akibatnya, harga beras dolog hingga beras yang premium menjadi Rp15 ribu hingga Rp18.500 perkilogram.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Panorama , Doddy mengatakan kenaikan harga beras ini justru tidak menguntungkan bagi pedagang.

“Konsumen lebih memilih untuk mengurangi jumlah pembelian mereka sehingga omset pedagang juga ikut berkurang,” kata Doddy, Minggu (25/12/22).

Doddy menyebut, kenaikan harga beras sudah terjadi sejak bulan November kemarin.

Kenaikan tersebut dipicu lantaran petani yang kesulitan mendapatkan pupuk, dan dampak dari kenaikan harga .

“Ditambah saat ini sedang memperingati hari Besar Natal, jadi ya cukup terasa kenaikannya,” imbuhnya.

Sementara salah satu petani di Kelurahan Sukamerindu meminta harga beras kembali turun.

Sebab kata dia saat ini tidak hanya harga beras saja yang mengalami kenaikan, sejumlah bahan pokok lainnya pun terdampak.

“Kalau bisa turun sajalah harganya. Kasian juga masyarakat yang tidak mampu yang bukan petani,” ujar petani bernama Sri, dikutip dari rri. (danis/red)