Aneh, Pihak Alfamart Sebut Tidak Pernah Menunjuk Pihak Ketiga Kelola Parkir

Avatar Of Wared
Aneh, Pihak Alfamart Sebut Tidak Pernah Menunjuk Pihak Ketiga Kelola Parkir
Salah Satu Outlet Alfamart Yang Ada di Kota Bengkulu

Satujuang- Pengelolaan yang ada di outlet-outlet Alfamart di wilayah kota sempat ramai jadi sorotan publik karena aksi rebutan 2 perusahaan.

Diawal bulan Mei 2024 ini, CV Hulubalang Karya Bersama yang selama 3 tahun mengelola di outlet-outlet Alfamart di kota sempat beradu tegang dengan pihak PT Joker Prima Star.

Aneh, Pihak Alfamart Sebut Tidak Pernah Menunjuk Pihak Ketiga Kelola Parkir

Hal itu dikarenakan claim pihak PT Joker yang mengaku telah ditunjuk oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota untuk mengelola lahan milik Alfamart.

Baca Juga :  Tutup TMMD, TMMD Kodim 1013/Mtw Berikan Banyak Manfaat.

Drama ketegangan dua perusahaan ini berujung pada aksi di depan kantor Walikota. Dampak ini disinyalir menjadi salahsatu alasan dimutasinya Kepala Bapenda, Eddyson, ke Dinas Kota .

Pada akhirnya, kedua perusahaan tersebut sama-sama tidak bisa mengutip uang di outlet-outlet Alfamart yang ada di Kota saat ini.

Karena sudah ada kesepakatan bersama antara pihak Kota (Pemkot) dengan pihak Alfamart untuk menggratiskan tersebut.

Baca Juga :  Baintelkam Mabes Polri Kunjungan ke SMSI Pusat

Anehnya ada pernyataan dari pihak Alfamart melalui Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya, Solihin yang menyebutkan bahwa selama Alfamart berdiri mereka sama sekali tidak pernah mengutip adanya biaya atas konsumen.

“Pihak Alfamart tidak pernah melakukan pemungutan biaya pada halaman gerai Alfamart di Kota , dan tidak pernah menunjuk pihak ketiga…,” tertuang dalam yang ditandatangani antara pemkot dan Alfamart hari ini Rabu (22/5/24).

Hal ini memicu munculnya pertanyaan, bagaimana dengan legalitas para jukir selama ini? Apakah Pemkot menerima 2 pungutan yakni dari Alfamart dan CV Hulubalang sebagai pengelola lahan selama ini?.

Baca Juga :  Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka, Hati-Hati Dengan Situs Palsu

Selain itu, antara dua pihak ini tentunya akan melahirkan 2 dampak di tengah masyarakat. Yang pertama konsumen merasa senang karena tidak dimintai uang dan yang kedua jumlah pengangguran di kota otomatis jadi bertambah.  (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News