Hukum  

Bencana Alam Jadi Alasan Ambrolnya Bangunan Belasan Milyaran di Pinggir Sungai ini

Avatar Of Wared
Bencana Alam Jadi Alasan Ambrolnya Bangunan Belasan Milyaran Di Pinggir Sungai Ini 14 Tuntutan Yang Dibawa Fpr Termasuk Perkara Ambruknya Tempat Wisata Kota Tuo
Kondisi Bangunan Wisata Kota Tuo yang rusak

– Bencana alam jadi alasan kerusakan yang terjadi pada bangunan di kawasan Kota Tuo ini.

“Sementara informasi itu karena bencana dua kali menerjang,” jelas Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Made Ardana STMT, Jum'at (24/2).

Bencana Alam Jadi Alasan Ambrolnya Bangunan Belasan Milyaran Di Pinggir Sungai Ini

Hal ini disampaikannya usai diskusi dengan pihak terkait dengan pembangunan Kota Tuo.

Wakil , menuturkan, amblasnya Sheet Pile Kota Tuo ini lantaran air sungai dikawasan tersebut meluap.

Juga ia menduga karena air sungai yang sering naik, sehingga mengakibatkan struktur fisik bangunan melemah.

”Sheet pile Kota Tua yang di resmikan pada tahun 2021 lalu tersebut terjadi amblas merupakan hal yang wajar,” kata Dedy.

Baca Juga :  Tertimbun Longsor, Nyawa Penambang Emas Tak Terselamatkan

Karena sebelumnya, kata dia, kondisi bangunan pusat yang di bangun menggunakan APBD Pemkot ini dalam kondisi baik dan bagus.

“Tapi karena debit Air yang sering naik ke atas bangunan akibat , makanya wajar fisik bangunan itu amblas. Apalagi di sana kondisi aliran arus sungainya deras,” jelas Dedy, pada Jumat (24/2).

Banyak pihak mempertanyakan bagaimana kualitas dari bangunan yang dibangun dengan dana belasan milliar tersebut.

Karena, baru lewat satu tahun selesai dibangun, bangunan yang berdiri dipinggir sungai itu sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Menurut Ahli Teknik Rawa dan Pantai Utama juga mantan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) , Herwansyah, alasan rusak karena Bencana Alam tidaklah tepat.

Baca Juga :  Bangun Sahur, Warga ini Kaget Motornya Raib Digondol Maling

Karena menurutnya, sebuah bangun seharunya memiliki umur rencana. Jadi jika umur bangunan baru satu tahun sudah ambruk, hal tersebut patut dipertanyakan.

“Ini jelas sekali merupakan kegagalan kontruksi atau bisa kita sebut total lost pada Bangunan Kota Tuo tersebut. Jadi jangan di plintir sehingga membenarkan hal yang salah,” sebutnya, Minggu (26/2/23).

Ia menjelaskan, bangunan harus punya studi kelayakan, perencanaan dan perancangan yang matang termasuk juga studi kelayakan karena bangunan ini dijadikan tujuan .

Baca Juga :  Operasi Berjalan Lancar, Wabup Kaur Kehilangan Sejumlah Jari

Harus diurai mulai dari perencanaan dan perancangan (pekerjaan teknisnya), hasil sondir boring, dan kapan sondir boring dilakukan.

“Jika masuk spek teknis pekerjaan, berarti sheet pile nya tidak akan ambruk jika kedalamannya sudah sesuai hasil sondirnya,” tambahnya.

Ia menduga, robohnya bangunan adalah akibat timbunan yang sangat banyak, saat ditimpa hujan timbunan itu mengembang akibat air hujan sehingga menyebabkan bangunan roboh.

yang ditimbun itu labil dan berat sehingga menyebabkan ambruknya bangunan tersebut, hal ini cukup sederhana untuk dianalisa oleh orang awam sekalipun,” tutupnya. (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News