Bersebrangan Dengan Benjamin Netanyahu, Jenderal Senior Israel Dukung Gencatan Senjata 

Avatar Of Tim Redaksi
Ternyata Ini Alasan Israel Tetap Makmur Meski Tak Punya Minyak Defisit Keuangan Israel Meningkat, Pencapaian Target Fiskal Terancam Bersebrangan Dengan Benjamin Netanyahu, Jenderal Senior Israel Dukung Gencatan Senjata  Banyak Tentara Kabur, Pemerintah Israel Perpanjang Wajib Militer 
Israel

Satujuang- Para jenderal senior menyampaikan dukungan mereka terhadap proposal gencatan senjata di Gaza, meskipun hal tersebut dapat memperkuat kedudukan Hamas.

Laporan dari New York Times yang dikutip oleh Palestine Chronicle mengungkapkan bahwa sikap ini telah menimbulkan ketegangan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menentang gencatan senjata karena khawatir akan memperkuat lawan, Selasa (2/7/24).

Bersebrangan Dengan Benjamin Netanyahu, Jenderal Senior Israel Dukung Gencatan Senjata 

Jenderal-jenderal percaya bahwa gencatan senjata adalah langkah yang paling pragmatis saat ini untuk memastikan pembebasan sekitar 120 warga yang masih ditahan di Gaza.

Baca Juga :  Dua Warga Jateng Juara Pertama Lomba Blog dan Vlog Setapak Perubahan Polri

Sambil memberikan kesempatan bagi pasukan untuk memulihkan kekuatan dan mempersiapkan diri menghadapi ancaman potensial dari Hizbullah.

Pendukung gencatan senjata dari kalangan militer mencerminkan perubahan signifikan dalam strategi pertahanan dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun Netanyahu menolak untuk secara terbuka mendukung rencana tersebut karena alasan , para jenderal meyakini bahwa ini adalah langkah yang diperlukan untuk menghindari konflik yang lebih mematikan di masa depan.

Baca Juga :  Tekan Inflasi dan Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Provinsi Jateng Gencarkan Strategi

Mereka juga percaya bahwa gencatan senjata dapat membuka untuk perundingan yang lebih luas dengan Hizbullah, meningkatkan keselamatan dalam jangka panjang.

Namun demikian, sikap Netanyahu yang keras menentang gencatan senjata menyoroti ketegangan dalam koalisi pemerintahan .(red/Republika)