Bhabinkamtibmas Bersama Puskeswan Wonosalam Cek Ternak Warga

Avatar Of Arief
Bhabinkamtibmas Bersama Puskeswan Wonosalam Cek Ternak Warga
Aipda Tri Endarsto S.H Bhabinkamtibmas Desa Botorejo kecamatan Wonosalam bersama petugas Puskeswan saat pengecekkan ke peternakan warga di Desa Botorejo.

– Polsek Wonosalam melalui bersama Puskeswan Wonosalam turun tangan mencegah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Pengecekan dan pendampingan kali ini dilaksanakan Aipda Tri Endarsto yang menjabat sebagai Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam ke peternakan warga yang ada di Desa Botorejo, Minggu, (5/5/22).

Bhabinkamtibmas Bersama Puskeswan Wonosalam Cek Ternak Warga

Kali ini petugas dari Pusat Hewan (Puskeswan) Kecamatan Wonosalam guna pencegahan dilaksanakan penyuntikan atau injeksi terhadap hewan ternak masyarakat.

Sartono (37) salah satu petugas dari Puskeswan Wonosalam menyampaikan injeksi vitamin ini juga bertujuan mencegah terjangkitnya virus atau penyakit mulut dan kuku.

“Injeksi atau penyuntikan vitamin ini tujuanya meningkatkan daya tahan tubuh dari hewan ternak itu sendiri, sehingga dapat mencegah terjangkitnya virus atau penyakit mulut dan kuku,” ujar Sartono.

Baca Juga :  Ternyata Kopi Hitam Banyak Manfaat, Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Botorejo Aipda Tri Endarsto, SH mengatakan pengawasan dilakukan di seluruh titik sentra hewan ternak mulai dari peternakan, rumah potong hewan hingga di area penjualan.

“Fokus ke seluruhnya, baik di peternak, penyaluranya termasuk pengangkutanya dicek,” kata Tri.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan istansi terkait dalam hal ini dinas peternakan yang diwakili oleh petugas dari Puskeswan Wonosalam dalam hal pengawasan lalulintas atau transmisi hewan.

Hal itu untuk mencegah terjadinya penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

“Soal transmisi antar wilayah, kami tentu minta Dinas dan Peternakan untuk mengawasi jalur keluar – masuk suplai hewan,” ujar Tri.

Tri menyebut, meski secara teori belum ada risiko penularan terhadap manusia. Namun ia tetap meminta wabah penyakit ini tetap diantisipasi.

Baca Juga :  Senam dan Lomba Mewarnai Kemeriahan HUT Polwan di Polda Jateng

Apalagi, beberapa bulan ke depan akan ada momentum yang memang tingkat konsumsi daging ternak juga akan meningkat.

“Meskipun secara teori dia tidak menular ke manusia, tapi kan kalau kita makan mungkin saja ada pengaruh yang kita juga enggak tahu. Jadi tentunya kita juga sangat berhati-hati dan waspada,” ucapnya.

Hingga kini berdasarkan informasi dari petugas Puskeswan memastikan belum ada laporan penularan wabah PMK di wilayah Kecamatan Wonosalam Kabupaten .

Namun demikian, ia tetap meminta masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan hewan ternak yang terserang penyakit tersebut.

Ia berharap masyarakat segera melaporkan kalau ada yang mengetahui ternaknya mengalami ciri – ciri terkena virus PMK.

Baca Juga :  Pangdam Pimpin Sertijab Para Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro

Seperti suhu tinggi (dipegang pangkal telinga), mulut berlendir, hidung melepuh, lidah menjulur, nafsu makan berkurang, kaki pincang, luka pada kaki yang berbatasan dengan kuku/luka pada celah kuku/kuku bisa lepas, dan nafas cepat.

“Kalo ada jangan dikonsumsi ya intinya. Kita awasi penyebarannya supaya enggak masuk sampai ke wilayah Wonosalam,” imbuh Tri.

“Kepada masyarakat maupun peternak harap selalu waspada dan tidak lupa menyemprot disenfektan pada kandang dan seputaran ternak, hal itu dilaksanakan guna mengantisipasi apabila ada virus yang berada di seputar ternak, mengingat saat ini wilayah kabupaten sudah ditemukan kasus PMK ini,” pungkas Tri. (had)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News