Bupati Rini Syarifah Serahkan Pentasyarufan Kepada 115 Guru GTT

Avatar Of Wared
Bupati Rini Syarifah Serahkan Pentasyarufan Kepada 115 Guru Gtt
Penyerahan Pentasyarufan Kepada 115 GTT Kabupaten Blitar di balai kecamatan Sutojayan

Satujuang- Sebanyak 115 Tidak Tetap (GTT) di menerima pentasyarufan tambahan intensif dari Badan Amil Zakat (BAZNAS) .

Pentasyarufan itu diserahkan langsung oleh Bupati Hj Rini Syarifah, di balai kecamatan Sutojayan , Selasa (14/5/24)

Bupati Rini Syarifah Serahkan Pentasyarufan Kepada 115 Guru Gtt

“Untuk kesekian kalinya, Baznas menyampaikan pentasyarufan kepada para mustahik, atas nama para mustahik dan saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi untuk Baznas,” kata Rini Syarifah.

Rini menuturkan, kehadiran Baznas benar-benar menjadi support bagi untuk menuntaskan beberapa pekerjaan rumah seperti kemiskinan, dan program bedah rumah agar layak huni.

Baca Juga :  PUPR Kabupaten Blitar Terus Genjot Pembangunan Infrastruktur

“Terima kasih pula untuk para muzaki yang telah menyalurkan infak, sedekah dan zakatnya melalui Baznas , semoga berkah bagi panjenengan,” sampai Mak Rini panggilan akrab Bupati .

Mak Rini mengimbau kepada semua masyarakat agar lebih semangat lagi menyalurkan infak, sedekah dan zakatnya melalui Baznas .

Hal itu agar Baznas semakin menambah kecepatannya dalam menyalurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerima.

“Sekaligus bukti bahwa Baznas semakin eksis, professional dalam menjalankan visinya yakni sebagai lembaga yang menyejahterakan umat,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Blitar Bentuk Duta GenRe, Bupati: Untuk Tekan Stunting dan Pernikahan Dini

Kedepan Mak Rini berharap, Baznas bisa lebih inovatif, mampu menata strategi pengelolaan zakat di lebih baik lagi, dan terus bisa menyeleraskan program-program dengan .

Karena, kata Mak Rini tugas Baznas bersama bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian , terintegrasi dan akuntabilitas.

“Sehingga cita-cita kita bersama mewujudkan yang mandiri dan sejahtera berlandaskan akhlak mulia baldatun toyibatun warobun ghofur segera tercapai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Baznas dibentuk oleh berdasarkan Keputusan RI No 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat .

Baca Juga :  Dorong Ekonomi Desa Melalui UMKM, Pemkab Blitar Luncurkan Program OVOP

Lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat semakin mengukuhkan peran Baznas sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional.

Dalam UU tersebut, Baznas dinyatakan sebagai lembaga nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada melalui Menteri Agama.

Meskipun baru berusia 2 tahun sejak terbentuk pada tahun 2022 lalu, kiprah Baznas sudah sangat luar biasa. (ADV/kmf/Herlina)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News