Hukum  

Diduga Ada Main Mata, Sekda LIRA : Proses Iizin IMB PLTU Harus Sesuai Regulasi

Avatar Of Wared
Diduga Ada Main Mata, Sekda Lira : Proses Iizin Imb Pltu Harus Sesuai Regulasi

– Pasca diterbitkan pada beberapa media online terkait konflik internal didalam tubuh PLTU Batu Bara Teluk Sepang antara kepengurusan lama dengan kepengurusan baru, merembet sampai ke pengurusan IMB di DPMPTSP .

Dimana kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saat ini terkendala dengan Izin Pendahuluan Mendirikan Bangunan (IPMB) yang seharusnya menjadi persyaratan utama didalam kepengurusan (IMB).

Diduga Ada Main Mata, Sekda Lira : Proses Iizin Imb Pltu Harus Sesuai Regulasi

Kali ini Perkumpulan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) ikut menyoroti proses penerbitan IMB PLTU sebanyak 14 lembar tersebut, Sekretaris LIRA Aurego Jaya meminta kepada pihak DPMPTSP untuk memproses IMB PLTU sesuai dengan regulasi yang ada. Kamis (7/10/21)

“Saya menduga pihak DPMPTSP tau kalau Izin Pendahuluan Mendirikan Bangunan (IPMB) PLTU itu berada di tangan Hudiono Lianto (Mr Lee) yang saat ini berada di , terlepas dari konflik internal di dalam managemen PLTU, IPMB itu wajib dihadirkan untuk syarat penerbitan IMB nya, jangan malah di akal-akali dengan membuat surat keterangan hilang palsu, dan saya berharap pihak DPMPTSP tidak menerbitkan IMB PLTU, sebelum IPMB nya diambil dari Mr Lee,” papar Aurego.

Baca Juga :  Habis Dilalap Api Kerugian Capai 500an Juta

Aurego menambahkan “Kami dari LIRA akan terus memantau proses penerbitan IMB PLTU ini, jika masih dipaksakan untuk menerbitkan IMB itu, maka saya orang terdepan akan mempersoalkan masalah ini, kami juga berharap kepada DPRD Kota Bengkuku untuk aktif mengontrol dan melakukan pengawasan terhadap kinerja Eksekutif, ini sudah menjadi kewajiban DPRD, jangan malah diam saja bahkan terkesan DPRD tutup mata dalam persoalan ini,” ujar Aurego

Sebelumnya Agus Purwanto dari LSM KITA Institute memberikan statemen pada beberapa media online terkait proses penerbitan IMB PLTU Batu Bara Teluk Sepang.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Bongkar Lokasi Pembuatan Pil Ekstasi di Bengkulu

“Saya sudah menghubungi bapak Lianto pimpinan lama, IPMB itu berada ditangannya, terus apa alasan Aparat Penegak (APH) menerbitkan surat Keterangan Kehilangan berarti pihak PLTU mencoba mengelabuhi APH dengan mengatakan hilang padahal ada, namun persoalan internal yang belum selesai jadi IPMB belum bisa diserahkan,” kata Agus.

“Bahkan saya menduga Ridwan Kepala Dinas Perizinan tau persoalan ini, kami juga patut menduga ada gratifikasi disini antara PLTU dengan DPMPTSP ,” sambung Agus.

Terkait hal tersebut, Pria yang akrab daipanggil Agus Parikun ini mengatakan bahwa DPMPTSP tidak bisa menerbitkan IMB dengan mudah tanpa mengkroscek kembali dilapangan apa yang terjadi.

“Penerbitan IMB harus sesuai prosedur dengan penyerahan IPMB sebagai syarat, sedangkan surat keterangan hilang tersebut berlaku apabila benar-benar hilang, sedangkan pengurus lama mengatakan IPMB masih ada dan dinas harus menghentikan kepengurusan IMB sebelum surat IPMB itu ada, intruksikan PLTU selesaikan dulu masalah internal baru urus IMB,” tegasnya

Baca Juga :  Memilukan, Wanita Ini Jajakan Anak Kandung Kepada Lelaki Hidung Belang

Disisi lain Hudiono Lianto saat dihubungi awak media, selaku Direktur yang saat itu masih menjabat membenarkan terkait keberadaan IPMB yang sebenarnya tidak hilang, dan apabila kepengurusan saat ini mau mengurus IMB dan membutuhkan IPMB, harus menghubungi dirinya terlebih dahulu terkait persoalan internal.

“Pokoknya kalau ┬ámereka mau mengurus IMB butuh IPMB mereka harus menghubungi saya karena saya yang mengurus semua dari awal,” singkat Lianto. (Rls)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News