Diduga Curi Ikan di Indonesia, 2 Kapal Berbendera Rusia Hilang Kontak

Avatar Of Tim Redaksi
Diduga Curi Ikan Di Indonesia, 2 Kapal Rusia Hilang Kontak
Sebelumnya, TNI AL sempat bermanuver dengan kapal pengawas Vietnam

Satujuang- Dua kapal berbendera , Run Zeng 03 dan Run Zeng 05 hilang kontak sejak awal tahun ini setelah terindikasi melakukan di perairan .

Tindakan ilegal ini meliputi , pemindahan awak kapal yang diduga korban perdagangan orang, serta alih muat ilegal di tengah laut.

Diduga Curi Ikan Di Indonesia, 2 Kapal Berbendera Rusia Hilang Kontak

Kapal-kapal tersebut tidak hanya melanggar perikanan , tetapi juga standar keselamatan dan kompetensi awak kapal serta pengelolaan limbah.

Baca Juga :  Bedah Rumah Tidak Layak Huni, Nenek Saudah : Terima Kasih TNI

Direktur Program Keamanan Maritim dan Akses untuk Keadilan dari Ocean Justice Initiative (IOJI), Januar Dwi Putra, menekankan pentingnya KKP untuk segera menemukan keberadaan kedua kapal tersebut.

Hingga tanggal 20 April 2024, kedua kapal masih tidak aktif di sistem Identifikasi Otomatis (AIS), sehingga posisi mereka tidak diketahui.

Berdasarkan hasil deteksi AIS dari IOJI, lokasi terakhir Run Zeng 05 tercatat di Teluk Ambon pada 31 Januari 2024. Sementara itu, Run Zeng 03 dan Run Zeng 05 sempat terdeteksi di Pelabuhan Ratu, .

Baca Juga :  70 Siswa Bintara SPN Betung Resmi Mengikuti Latja di Polres Musi Banyuasin

Data historis menunjukkan bahwa Run Zeng 05 berangkat dari Pelabuhan Taizhou, , pada 11 April 2023, dan terakhir terdeteksi masuk Pelabuhan Bayah, Provinsi , pada 19 Oktober 2023.

Kedua kapal tersebut, dengan ukuran masing-masing 870 gross tonnage (GT), tidak memiliki izin penangkapan di wilayah perairan .

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Semarang Apresiasi FWLJ Gelar Orientasi Kewartawanan

Informasi dari Lloyd's Intelligence dan IMO GISIS menunjukkan kepemilikan dan operasional kedua kapal tersebut oleh entitas yang sama, yaitu DOPK Progress dan Donggang Runzeng Ocean Fishing, Co. Ltd., dengan alamat yang sama di .

Meskipun demikian, upaya untuk mencari alamat ini melalui Maps belum berhasil.(NT/kumparan)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News