Hukum  

Diduga Ilegal, IPR Edy Anwar Tetap Berjalan, Mabes Polri Diminta Bertindak

Avatar Of Wared
Diduga Ilegal, Ipr Edy Anwar Tetap Berjalan, Mabes Polri Diminta Bertindak
Aktifitas Penambangan di IPR Edy Anwar Yang Berhasil Difoto Masyarakat Setempat

Satujuang- Tambang Pasir Laut yang berlokasi di perairan Pulau Babi, Kecamatan Meral, Kabupaten , Provinsi Kepulauan milik Edy Anwar yang masih beroperasi hingga hari ini.

Padahal Dinas ESDM Provinsi Kepri telah menyatakan IPR Tambang Pasir Laut tersebut belum mengantongi regulasi yang diatur sesuai Undang-undang.

Diduga Ilegal, Ipr Edy Anwar Tetap Berjalan, Mabes Polri Diminta Bertindak

“IPR Edy Anwar belum memiliki KTT, belum ada PKKPR dan Dokumen Lingkungan IPR sedang disusun oleh Dinas LHK Provinsi,” ujar Kabid Pertambangan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan , Ade Fahmi, pada Kamis (28/3/24) lalu.

Baca Juga :  Akan Dibom, Pesawat Maskapai Penerbangan Scoot Terpaksa Putar Balik

Berdasarkan hasil pengawasan yang telah mereka lakukan, pihak ESDM Kepri juga telah meminta pihak pemilik IPR Edy Anwar untuk menghentikan kegiatan penambangan.

Meskipun telah dilarang, nyatanya IPR Edy Anwar masih saja beroprasi dan melakukan pengiriman pasor ke daratan. Kuat dugaan, aktivitas tersebut di bekingi oknum perwira Polisi di Polda Kepri.

Baca Juga :  Ungkap 5 Perkara Narkoba, Polres RL : Dari 8 Terduga Ada Yang Masih Pelajar

“Katanya ada Back up oknum polisi berpangkat AKBP di Polda Kepri. Makanya bisa ,” ujar salah satu warga Meral, Minggu (20/4/24).

Terpisah, M Hafis (42), pegiat anti Kepri meminta Mabes agar segera mengambil tindakan. Ia menduga, campur tangan salah satu oknum kepolisian tersebut patut ditelusuri.

Baca Juga :  Curi Belasan Kotak Amal, Dua Warga Benteng ditangkap polisi

“Kalau Dinas ESDM Kepri sudah menyatakan mereka tak berizin, kenapa masih beroperasi. Logikanya, kalau gak ada yang back up gak mungkin mereka nekat nambang. Propam Mabes harus segera usut, dan proses terkait perizinan,” ujarnya, Senin (22/4/24). (Esp/RKM)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News