Diduga Lakukan Kecurangan Hasil Pemilu 2020, Donald Trump Didakwa Serangkaian Tuntutan

Avatar Of Yusnita
Diduga Lakukan Kecurangan Hasil Pemilu 2020, Donald Trump Didakwa Serangkaian Tuntutan
Donald Trump

– Mantan , Donald Trump, dihadapkan pada serangkaian dakwaan baru.

Jaksa Wilayah Fulton County, Fani Willis, mendakwa Trump melakukan kejahatan untuk membatalkan hasil 2020 yang mengantarkan lawannya dari Partai , Joe Biden, menjadi , Selasa (15/8/23).

Diduga Lakukan Kecurangan Hasil Pemilu 2020, Donald Trump Didakwa Serangkaian Tuntutan

Dalam surat dakwaan sebanyak 98 halaman, terdapat 19 terdakwa dan 41 tuntutan pidana secara keseluruhan.

Mereka semua didakwa melakukan pemerasan, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Beberapa nama yang tercantum dalam dakwaan tersebut antara lain Mark Meadows, mantan kepala staf Gedung Putih Trump, serta pengacara Rudy Giuliani, Jenna Ellis, dan John Eastman.

“Dibandingkan mematuhi proses Georgia dalam pemilihan, para terdakwa terlibat dalam usaha pemerasan kriminal untuk membatalkan hasil pemilihan Georgia,” ujar Jaksa Willis dalam konferensi pers.

Trump dan para terdakwa lainnya diberi waktu hingga tengah hari pada Jumat, 25 Agustus, untuk menyerah diri secara sukarela atau akan ditangkap paksa.

Menurut Willis, persidangan terhadap 19 terdakwa tersebut akan dilakukan bersama-sama dalam waktu enam bulan. Sidang terhadap Donald Trump dan sekutunya akan disiarkan langsung di televisi.

Dalam unggahan di , Donald Trump menyebut dakwaan tersebut sebagai “perburuan penyihir” . Ia menuduh Willis mencoba menyabotase upayanya untuk kembali menjadi .

Trump mengatakan bahwa pada hari Senin, dia akan merilis laporan mengenai “ Pemilihan ” yang akan membuktikan dirinya tidak bersalah.

“Mereka tidak pernah mengejar orang-orang yang mencurangi pemilihan. Mereka hanya mengejar orang-orang yang berjuang untuk menemukan pencuri!” tegasnya.

Sejak kekalahan pada tahun 2020, Trump telah berulang kali mengklaim bahwa hasil tersebut dipenuhi oleh kecurangan.

Namun, klaim tersebut telah ditolak oleh puluhan pengadilan, peninjauan negara bagian, dan bahkan oleh anggota pemerintahannya sendiri.

Saat ini, Donald Trump menghadapi serangkaian kasus pidana, mulai dari penyuapan bintang porno hingga penyerangan ke gedung Capitol oleh para pendukungnya. Tuntutan ini terjadi setahun menjelang AS 2024.(tempo)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *