Hukum  

Diduga Lakukan Penelantaran Dan Kekerasan, Oknum Pejabat Pemprov Dijerat UU KDRT Dan Perlindungan Anak

Avatar Of Wared
Diduga Lakukan Penelantaran Dan Kekerasan, Oknum Pejabat Pemprov Dijerat Uu Kdrt Dan Perlindungan Anak
Kanit PPA Polda Bengkulu

Satujuang.com – Tim Penyidik Unit PPA Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) masih mendalami kasus dugaan penelantaran istri dan tiga yang dilakukan KN, salah satu oknum pejabat di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkim) .

Kanit PPA AKP Nurul Huda mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan gelar perkara dan menaikan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.

Diduga Lakukan Penelantaran Dan Kekerasan, Oknum Pejabat Pemprov Dijerat Uu Kdrt Dan Perlindungan Anak

Pihaknya juga telah memintai keterangan dari terlapor dan masih akan melakukan pemeriksaan dengan beberapa saksi lainnya.

Baca Juga :  Kios Pedagang Pasar Pagar Dewa Disegel, Diduga Ada Oknum Bermain Surat Izin

“Terkait kasus penelantaran yang melibatkan salah satu pejabat di Pemprov, kita sudah melakukan gelar perkara untuk ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kami sudah memeriksa 8 orang saksi di penyelidikan dan nanti di penyidikan kami akan mengembangkan lagi dan memanggil saksi-saksi yang bisa membantu membuat terang perkara ini,” sampainya.

Baca Juga :  Pemkot Gelar Festival UMKM Bencoolen Food and Fashion

Ditambahkan kanit, berdasarkan gelar perkara ada undang-undang yang diduga dilanggar oleh KN. Yakni Undang-Undang tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (), serta Undang-Undang tentang Perlindungan .

Undang – Undang yang dimaksud yakni penelantaran terhadap . Sementara untuk undang-undang perlindungan yakni penelantaran yang dilakukan terhadap -.

Baca Juga :  Advokat Ingatkan Potensi Persoalan Hukum Jika KONI Prov Bengkulu Ikut PON Papua

“Istri dan adalah korbannya di sini. Namun ini masih kita lakukan penyidikan lebih lanjut serta masih akan memanggil beberapa saksi terkait,” demikian kanit.

 Sumber: rakyatbengkulu.com
Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News