Hukum  

Dihukum Lari Keliling Lapangan Saat Cuaca Panas, Kaki Siswa SMP Melepuh

Avatar Of Tim Redaksi
Dihukum Lari Keliling Lapangan Saat Cuaca Panas, Kaki Siswa Smp Melepuh
Siswa yang kakinya melepuh

Satujuang– Dihukum lari keliling lapangan saat panas tanpa mengenakan alas, kaki siswa SMPN 10 Madiun melepuh.

“Murid inisial G tidak mengikuti kegiatan rohani disekolah, lalu disuruh gurunya lari keliling lapangan basket,” terang Kepala Dinas Kota Madiun, Lismawati, Rabu (4/10/23).

Dihukum Lari Keliling Lapangan Saat Cuaca Panas, Kaki Siswa Smp Melepuh

Diketahui saat jam istirahat siang, siswa beragama muslim shalat Dzuhur berjamaah sedangkan siswa non muslim mengikuti kegiatan kerohanian.

Tetapi G tidak mengikuti kegiatan kerohanian sehingga dirinya dihukum dengan hukuman fisik oleh oknum berinisial F.

“Kami sudah meminta apabila murid melakukan kesalahan untuk tidak memberikan hukuman fisik,” ujarnya.

Baca Juga :  533 Botol Miras Hasil Operasi Pekat Nala Dimusnahkan Polres Bengkulu Tengah

Saat permasalahan ini coba dikonfirmasi kepada Kepala Sekolah SMPN 10 Kota Madiun, Endah Kartikowati tidak berada di tempat sedang menghadiri rapat dengan Dinas Kota Madiun.

Bahkan Walikota Madiun, Maidi memerintahkan agar Pemkot Madiun segera menurunkan tim untuk merawat siswa yang menjadi korban sampai sembuh.

Untuk oknum yang melakukan perbuatan tersebut akan diberikan sanksi setelah diperiksa oleh tim Inspektorat Kota Madiun.

“Pada Rabu siang (27/9) saya dihubungi bahwa kaki saya lecet setelah mendapat hukuman atas kesalahannya,” jelas ibu korban, Novia Tri Handayani.

Baca Juga :  Data Pribadi Pelanggan Indihome Diduga Bocor di Situs Gelap Dunia

Lalu saya diantar pulang ke rumah dan saya menyampaikan permohonan maaf atas perilaku saya sekolah.

Saat ibu korban mengecek kondisi anaknya ternyata telapak kaki korban yang kiri melepuh lebar dan telapak yang kanan melepuh lebar sampai kulitnya robek berdarah serta masih ada butiran pasir kasar yang menempel.

Kemudian anaknya menceritakan ia dihukum lari keliling lapangan basket sebanyak 5 kali sekitar pukul 13.00 WIB tanpa alas kaki dengan kondisi sangat panas.

Baca Juga :  Fenomena Munculnya Bunga Es di Gunung Ciremai

saya sampai menangis dan demam hingga dibawa ke rumah sakit bahkan sudah sepekan tidak masuk sekolah serta harus dipapah saat berjalan,” tambah ibu korban.

Pihak sekolah yaitu dan kepala sekolah sudah datang meminta maaf, namun ibu korban tetap meminta agar kasus ini berlanjut ke ranah .(oza)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News