Hukum  

Dirut CV Cakra Manunggal dan CV Pribia Diperiksa Kejati Bengkulu

Avatar Of Wared
Dirut Cv Cakra Manunggal Dan Cv Pribia Diperiksa Kejati Bengkulu
Gedung Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bengkulu

– Direktur Utama (Dirut) CV Cakra Manunggal, Itnu Bagio dan Dirut CV Pribia, Dwi Oktarini diperiksa Tim penyidik Pidsus Kejati .

Kedua direktur ini diperiksa selaku konsultan perencana kegiatan peningkatan Kabupaten tahun 2021.

Dirut Cv Cakra Manunggal Dan Cv Pribia Diperiksa Kejati Bengkulu

Selain itu, penyidik juga memeriksa saksi lainnya yakni Mardi (jabatan belum diketahui), Arfa'i (jabatan belum diketahui), Fauzi Maulana (jabatan belum diketahui), Yoviansyah (jabatan belum diketahui) secara terpisah, Selasa (29/11/22).

Aspidsus Kejati , Pandoe Pramoe Kartika mengatakan, pihaknya secara bergilir akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan peningkatan di Kabupaten tersebut sesuai kebutuhan penyidikan.

Baca Juga :  Bunuh Kawan Pakai Batu, Pria ini Ditangkap Satreskrim Polres Demak

“Intinya pihak-pihak yang terkait akan kita periksa sesuai kebutuhan penyidikan. Karena perkara sudah pada tingkat penyidikan, maka pihak-pihak yang diperiksa statusnya sebagai saksi,” kata Pandoe.

Dugaan perbuatan melawan tindak pidana yang ditemukan dalam penyidikan yakni dalam pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi.

lingkungan atau desa, dibuat menggunakan hotmix layaknya Kabupaten atau Provinsi, sehingga diduga terlalu boros dan diduga mark up.

Baca Juga :  Polsek Wonosalam Serahkan DPO ke Polres Kendal

Pekerjaan Rekonstruksi peningkatan Kabupaten tahun 2021 yang sedang dalam penyidikan Pidsus Kejati yaitu :

  1. Peningkatan Desa Lubuk - Desa Sido Makmur Kecamatan Teramang Jaya,
  2. anggrek Desa Arga Jaya Kecamatan Air Rami dengan nilai kontrak Rp 5 miliar lebih yang sumber dananya berasal dari dana insentif daerah (DID) dikerjakan oleh PT Citra Muda Nur Bersaudara,
  3. Peningkatan Desa Kota Praja- Lingkar Desa Agung Jaya, Simpang Talang Arah – Gajah Makmur dengan nilai kontrak Rp 6 miliar lebih yang sumber dananya berasal dari APBD dan dikerjakan PT Deki Karya Bestari,
  4. Peningkatan Simpang Kasidi – Arga Jaya – Tirta Kencana – Marga Mulya – Bukit Harapan dengan nilai kontrak Rp 10 miliar lebih yang sumber dananya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dan dikerjakan PT Pandora Energi Persada.
Baca Juga :  Media Dilarang Liput Mediasi Hingga Kaca Mobil Dipecahkan, Massa Ricuh Duduki Dekanat FH Unib

(Bay)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News