Hukum  

Dugaan Keterlibatan Kades dan Camat Dalam Tukar Guling Lahan HPK Antara Masyarakat Dengan PT.SIL

Avatar Of Wared
Dugaan Keterlibatan Kades Dan Camat Dalam Tukar Guling Lahan Hpk Antara Masyarakat Dengan Pt.sil
Aksi Unjuk Rasa Jilid II Garbeta di Bengkulu Utara Pada 3 Juli 2024 Kemarin

Satujuang- Kepala Desa (Kades) Air Sebayur dan Camat Raya Kabupaten Utara diduga terlibat dalam tukar guling lahan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) antara masyarakat dengan PT.Sandabi Indah Lestari (PT.SIL).

“Salah satu persoalan atau dugaan pelanggaran yakni, adanya tukar guling lahan milik masyarakat yang berada didalam kawasan izin perusahaan yang ditukar dengan kebun yang diduga berada diluar izin perusahaan,” ungkap ketua DPC Garbeta Utara, Suzandri, Selasa (9/7/24).

Dugaan Keterlibatan Kades Dan Camat Dalam Tukar Guling Lahan Hpk Antara Masyarakat Dengan Pt.sil

Suzandri mengungkapkan bahwa, temuan ini merupakan fakta baru yang mereka temukan terkait PT.SIL.

Ia juga memaparkan bahwa pihak mereka telah melakukan pengecekan di lapangan, terungkap bahwa lahan yang menjadi objek tukar guling pihak PT.SIL dengan masyarakat diduga masuk kawasan HPK.

Baca Juga :  Polresta Magelang Ungkap Kepemilikan 0,5 Kg Sabu, 4 Orang Diamankan

“Kok bisa lahan HPK dikelola perusahaan selama ini? Bahkan sudah 8 tahun kabarnya. Lebih lagi, lahan HPK ini kemudian dijadikan sebagai objek tukar guling dengan masyarakat,” jelas Suzandri.

Lebih lanjut Suzandri menjelaskan, yang lebih menarik lagi dalam persoalan ini, ditemukannya tanda tangan dan cap Kades Air Sebayur serta Camat Raya dalam surat tukar guling tersebut.

Lahan HPK tersebut, kata Suzandri semestinya tidak bisa dibuatkan surat-menyurat, apa lagi proses jual beli dalam bentuk apapun oleh pihak perusahaan. Selain itu kehadiran tanda tangan Kades dan Camat juga perlu dipertanyakan.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan , Kades Air Sebayur mengaku bahwa adanya tanda tangan dirinya dalam surat tersebut agar tidak ada keributan antara perusahaan dan masyarakat desa.

Baca Juga :  Sat Lantas Polres Brebes Gelar Razia Kasat Mata

“Karena biar tidak ribut antara perusahaan dan masyarakat saya, yang penting masarakat tidak dirugikan sama perusahaan dan senang sama senang. Berkaitan tukar guling yang jelas itu urusan perusahaan PT.SIL, saya mengetahui aja,” terang Kades.

Disisi lain, camat Raya saat ditanyakan terkait tanda tangannya dalam surat transaksi tukar guling tersebut juga mengakui bahwa dirinya ikut menandatangani surat.

“O ya Pak, kalau itu tanda tangan saya, tapi saya tanda tangan karena sudah ada cap dari desa, karena desa yang tahu persis wilayah. Nanti kita tanyakan ke pihak PT,” terang Camat melalui pesan .

Baca Juga :  Ketua SMSI Madina Dianiaya, SMSI Pusat Desak Polisi Tuntaskan Kasus

Seperti diketahui, persoalan izin lahan PT.SIL di wilayah desa Air Sebayur merupakan objek fokus Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Bela Adat (DPC Gaberta) bersama masyarakat saat ini.

Aksi sudah dilakukan beberapa kali oleh organisasi ini, terbaru aksi jilid II mereka lakukan pada 3 juli 2024 kemarin.

Informasi terkini, jika penanganan persoalan ini di dirasa lamban dan sulit untuk diselesaikan. Pihak mereka menyebut akan melakukan aksi di sebagai bentuk keseriusan mereka. (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News