Hukum  

Dugaan Malpraktek, Bidan Klinik PBB di Kepahiang Dilaporkan ke Polda Bengkulu, Pasien Kritis

Avatar Of Wared
Dugaan Malpraktek, Bidan Klinik Pbb Di Kepahiang Dilaporkan Ke Polda Bengkulu, Pasien Kritis
[kanan] Kakak Korban Yang Didampingi Kuasa Hukumnya Saat Diwawancarai Wartawan Ketika Memasukkan Laporan ke Polda Bengkulu

Satujuang- Bidan Klinik PBB di dilaporkan ke Polda dengan dugaan malpraktek tindak pidana kejahatan Tenaga UU Nomor 17 Tahun 2023.

Laporan ini dilayangkan kakak kandung korban bernama Novika Sari yang ditemani kuasa hukumnya Rustam Efendi SH pada Kamis (27/6).

Dugaan Malpraktek, Bidan Klinik Pbb Di Kepahiang Dilaporkan Ke Polda Bengkulu, Pasien Kritis

“Kasus sudah kami laporkan ke Polda dan Alhamdulillah sudah diterima, jangan sampai kejadian seperti ini dibiarkan dan terjadi lagi dengan orang lain, agar ada efek jera,” sampai Rustam ketika dikonfirmasi, Minggu (30/6/24).

Berdasarkan surat laporan kepolisian nomor: LP/B/102/VI/2024/SPKT/Polda tanggal 27 Juni 2024 disebutkan pelapor kejadian tersebut diawali terjadi pada tanggal 20 Juni 2024.

Korban telah melahirkan seorang jenis kelamin di klinik Bidan tersebut pada pukul 11.55 WIB. Sekitar pukul 18.30 WIB bidan melakukan tidakan kuret kepada korban, namun tidak menggunakan bius.

Baca Juga :  Terlibat Tawuran, Dua Remaja Dibekuk Polsek Somba Opu

Setelah itu, karena kondisi urgen korban dilarikan suaminya ke Klinik Dokter Zazili untuk dilakukan USG, ternyata hasil USG masih ada yang tertinggal didalam Rahim Korban.

Akhirnya korban yang dalam kondisi pingsan langsung dibawa kerumah sakit RSUD .

“Mirisnya hingga saat ini tidak ada itikad baik dari pihak bidan, bahkan terkesan tidak mau tau. Untuk berkunjung dan melihat saja tidak mereka lakukan, maka dari itu akhirnya kami putuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polda . Kami minta ada penegakan yang profesional atas kejadian ini,” tutup Rustam.

Baca Juga :  Residivis Tipu Warga Mengaku Pegawai Dinas Sosial

Melansir Beritamerdekaonline.com, disebutkan pada Kamis (20/6) sekitar pukul 18.00 WIB, RSUD menerima pasien (SI) rujukan pasca melahirkan dari klinik bersalin dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Ketika diterima oleh RSUD melalui Unit Gawat Darurat (UGD), kondisi pasien memerlukan penanganan cepat.

Pihak RSUD menjelaskan bahwa pasien mengalami komplikasi pasca melahirkan, diduga karena penanganan yang kurang memadai di klinik bersalin.

Pasien masih memiliki banyak sisa stosel (gumpalan darah dan jaringan dari lapisan rahim) yang tertinggal, menyebabkan pasien sempat pingsan selama penanganan di RSUD .

Menurut pihak pasien, mereka awalnya mempercayakan proses persalinan kepada klinik bersalin di Kelurahan Sejantung, .

Baca Juga :  Belum 3 Bulan Tambal Sulam Jalan DP Negara Rusak Lagi, APH Diminta Turun

Namun, proses persalinan ditangani bukan oleh bidan langsung, melainkan oleh beberapa perawat atau magang di klinik tersebut.

Setelah melahirkan, pasien mengeluh sakit perut yang luar biasa dan sempat pingsan. Melihat kondisi tersebut, segera meminta klinik untuk merujuk pasien ke RSUD guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Akibat kejadian ini, pasien sangat kecewa dengan pelayanan klinik bersalin dan menuntut pertanggungjawaban atas kelalaian yang hampir merenggut nyawa pasien.

“Kami kecewa dengan pelayanan klinik, karena ini menyangkut nyawa dari pasien,” ungkap salah satu anggota saat diwawancarai saat itu. (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News