Emil Dardak : 2024 Saya Belum 40 Tahun, Tidak Mungkin Bisa Nyapres

Avatar Of Arief
Emil Dardak : 2024 Saya Belum 40 Tahun, Tidak Mungkin Bisa Nyapres
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

– Politisi Partai Emil Dardak mengungkapkan bahwa ia tidak mungkin jadi atau 2024 karena usianya belum 40 tahun.

Pernyataan tersebut ia sampaikan di sebuah forum diskusi yang bertajuk “Dilema , Bincang Ulang Presidential Threshold dan Batas Minimal Usia ”.

Emil Dardak : 2024 Saya Belum 40 Tahun, Tidak Mungkin Bisa Nyapres

“Banyak yang bilang ke saya, kenapa nggak mengikuti jejak Pak Sandi Uno dari Wagub menuju . Saya bilang saya nggak bisa, karena pada 2024 mendatang usia saya belum 40 tahun,” pungkasnya, Sabtu (1/10/22).

Baca Juga :  Suardi Lantik Pengurus DPC PKS Pattalassang

Padahal, ia mencontohkan, di Perancis seorang yang sudah bisa memilih, maka dia juga boleh dipilih, yakni di usia 18. Aturan tersebut pernah direvisi pada tahun 74 yakni jadi 21 tahun, lalu dikembalikan lagi jadi 18 tahun.

“Macron di Perancis terpilih usia 38. New Zealand usia 30an. Sutan Syahrir juga dulu jadi Perdana Menteri usia 36,” terangnya.

Baca Juga :  Rocky Gerung Sebut Jokowi Penyebab Koalisi Partai Berubah

Karena itu, ikhtiar untuk meninjau ulang aturan syarat minimal , layak untuk dipikirkan bersama.

Di samping itu, Wakil Gubernur tersebut dengan tegas menyampaikan bahwa ia tidak setuju dengan sistem yang tengah berjalan saat ini, karena Pemilihan Legislatif dan Pemilihan dilakukan serentak.

Karena acuan ambang batas Presidential Threshold yang digunakan adalah hasil perolehan Pileg 5 tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Diprediksi Koalisi Besar Akan Melawan Koalisi Perubahan Saat Pilpres 2024

“Ini yang menurut saya kurang ideal, bahkan tidak ideal,” terangnya.

Selain dihadiri oleh Emil, diskusi tersebut juga dihadiri oleh Politisi Beken Fadli Zon, Puteri Komaruddin , Brigitta Lasut , Pengamat Adi Prayitno, Korpus BEM SI, dan dipandu oleh Budi dan Ari dari Totalpolitik.com. (red/hdi).

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News