Hukum  

Gabungan LSM dan Wartawan RL Minta Presiden Tolak Revisi UU 32 Tahun 2022

Avatar Of Wared
Gabungan Lsm Dan Wartawan Rl Minta Presiden Tolak Revisi Uu 32 Tahun 2022
Massa Saat Menyampaikan Aspirasi di Depan Kantor DPRD Kabupaten Rejang Lebong

Satujuang- Gabungan LSM dan Kabupaten Rejang menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kabupaten Rejang (RL), Rabu (22/5/24).

Aksi ini sebagai bentuk penolakan pengesahan revisi Undang-Undang No 32 Tahun 2022 Tentang Penyiaran yang sedang digodok .

Gabungan Lsm Dan Wartawan Rl Minta Presiden Tolak Revisi Uu 32 Tahun 2022

“Kami meminta, RI untuk menolak pengesahan revisi undang-undang No 32 Tahun 2022 Tentang Penyiaran,” sampai Ishak Burmansyah selaku orator aksi.

Baca Juga :  Terdengar Dentuman Keras, Jupiter MX Nyangkut di Depan Truk

Ishak mengatakan, UU tersebut dinilai telah melanggar undang-undang yang lebih tinggi dan telah membuat gaduh ditengah masyarakat terutama insan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Diduga kuat melanggar undang-undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, serta mencederai undang-undang no 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Hal ini dapat membungkam suara rakyat dalam menyuarakan anti . Kami minta DPRD RL untuk sesegera mungkin membuat surat kepada RI dan Ketua , untuk membatalkan rencana revisi UU No 32 Tahun 2022 tentang Penyiaran tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Tabrak Pejalan Kaki Akibatkan Kaki Remuk, Pengemudi APV Diamankan Polres BS

Mereka juga meminta kepada seluruh aparat penegak yang ada di RL untuk tidak melakukan pengusutan terkait jika ada pihak media atau LSM yang melakukan investigasi terhadap sebuah kasus sebelum ada keputusan bahwa dibatalkan rencana revisi tersebut.

“Kami juga minta kepada penengak untuk tidak lengah terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran dan perundang undangan yang dapat merugikan keuangan negara agar tetap menindak koruptor,” tegasnya. (Red)