Ganti Rugi Lahan Tol Semarang-Demak Belum Tuntas

Avatar Of Arief
Ganti Rugi Lahan Tol Semarang-Demak Belum Tuntas
Ganjar saat mengecek persiapan akhir Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II, Kabupaten Demak

– Gubernur siap menerima keluhan dari warga pemilik lahan yang belum menerima uang ganti rugi proyek pembangunan -.

“Nah di Seksi II ini masih ada yang komplain, tanahnya merasa belum dibayar dan laporan ke saya juga,” kata Ganjar usai mengecek persiapan akhir - Seksi II, Kabupaten , Rabu (7/12/22).

Ganti Rugi Lahan Tol Semarang-Demak Belum Tuntas

Salah satu warga yang mengadu ke kantor Gubernur Jateng bernama Achmad Suparwi karena tanahnya seluas 3.940 meter persegi telah menjadi bagian dari - Seksi II.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0829-08/Tragah Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi SD Pacangan

Ganjar telah mengetahui laporan tersebut, serta meminta data dari warga tersebut agar bisa diadvokasi jajarannya.

“Makanya saya minta datanya prosesnya seperti apa dan kami advokasi, kami bantu,” ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar juga memberi perhatian pada pelaksanaan pembangunan - Seksi I Ruas Kaligawe-Sayung.

Karena muncul gugatan dari warga terkait ganti rugi untuk musnah dan menyebabkan keterlambatan pengerjaan hingga satu tahun.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Drainase Mampet, Teror DBD Mengintai Masyarakat

“Ini yang kami butuh terus menerus dengan masyarakat agar ini cepat bisa terlaksana,” katanya.

Orang nomor satu di Jateng itu menegaskan harus memberikan ganti rugi tersebut yang harus dilakukan dengan baik kepada warga terdampak pembangunan.

“Maka Kementerian ATR/BPN yang kami minta untuk take a lead untuk menentukan ini musnah atau tidak sehingga nanti kalau itu tidak musnah, kami akan mengganti rugi sesuai dengan ketentuan seperti yang lain, ada tanahnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Mutasi dan Rotasi Polri, Enam Kapolda Berganti Tujuh Perwira Dicopot

Hanya saja, jika tersebut kategorinya memang musnah, maka dirinya meminta pendekatan maupun harus dilakukan dengan baik pula.

“Biasanya dari pengalaman saya dalam soal pembebasan seperti ini, hanya butuh negosiasi berapa,” pungkasnya. (red/Hdi).

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News