Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Timbulkan Tsunami dan Telan 6 Korban Jiwa

Avatar Of Tim Redaksi
Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Timbulkan Tsunami Dan Telan 6 Korban Jiwa
Bangunan rumah roboh akibat gempa di Nanao, Jepang, 2 Januari 2024.

Satujuang- 7,6 Magnitudo dengan pusat di Semenanjung Noto, dekat Prefektur Ishikawa, , telah menelan korban jiwa.

Dilansir dari BBC, NHK melaporkan setidaknya enam orang meninggal dunia, semuanya ditemukan di Prefektur Ishikawa, Senin (1/1/24).

Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Timbulkan Tsunami Dan Telan 6 Korban Jiwa

berkekuatan 7,6 magnitudo ini menyebabkan gelombang tsunami di pesisir utara dan tengah .

Ribuan penduduk di wilayah pesisir diimbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Meskipun sampai Selasa (2/1) tidak ada lagi peringatan tsunami, militer telah memberikan berupa makanan, air, dan selimut kepada mereka yang harus meninggalkan tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Kapolri Pastikan Polisi Berikan Pelayanan Maksimal Hadapi Arus Balik Lebaran

Sebanyak 18 WNI yang tinggal di Kota Suzu, Prefektur Ishikawa, terpaksa bermalam di luar ruangan setelah besar tersebut.

Mereka bergabung dengan warga dalam membuat api unggun untuk menghangatkan diri di tengah suhu musim dingin yang mencapai 0 derajat Celsius.

Gelombang tsunami setinggi 1,2 meter menerjang pelabuhan Wajiima di Prefektur Ishikawa. Kota Toyama juga melaporkan gelombang tsunami setinggi 0,8 meter.

Meskipun peringatan tsunami diturunkan menjadi “imbauan,” dampaknya masih terasa, dengan beberapa bangunan roboh dan besar terjadi di Ishikawa.

Beberapa WNI, seperti Rizal Sokobiki dan Wawan Supriyanto, mengungkapkan pengalaman mereka selama .

Baca Juga :  Seminggu ke Depan Cuaca Ektrem, Cek Lokasimu di Website BMKG Ini

Mereka bersama dengan dan tetangga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya tsunami.

Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan KBRI dan KJRI Osaka untuk memantau dampak .

Imbauan tetap dikeluarkan kepada warga negara agar waspada terhadap susulan dan tsunami.

besar terjadi di Wajima, Ishikawa, menyusul , dengan laporan bangunan yang runtuh.

Sekretaris kabinet menyatakan bahwa banyak orang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Pemadaman listrik dan kerusakan infrastruktur juga terjadi, mempengaruhi ribuan rumah tangga.

ini dianggap sebagai yang terbesar di Semenanjung Noto sejak 1885, dan ini merupakan peringatan besar pertama sejak dan tsunami dahsyat tahun 2011.

Baca Juga :  Gedung Putih Bersiap Melawan Upaya Pemakzulan Terhadap Presiden Biden

Otoritas memperingatkan tentang risiko dan di wilayah yang terkena dampak, serta mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi susulan.

dan berbagai lembaga terkait terus memantau dan memberikan kepada korban.

Kondisi terkini di wilayah terdampak terus diupdate melalui koordinasi pihak berwenang dan pemberitaan media setempat.

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News