Gubernur Rohidin Jelaskan Hewan Ternak Mati Karena PMK Bisa Dapatkan Bantuan

Avatar Of Wared
Gubernur Rohidin Jelaskan Hewan Ternak Mati Karena Pmk Bisa Dapatkan Bantuan
Bimtek Fasilitator Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

– Gubernur Rohidin membuka Bimtek Fasilitator Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Ballroom Mercure Hotel , Rabu (21/9/22).

Dalam kesempatan itu Ia mengatakan, para peternak bisa mengusulkan jika hewan ternak mati karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Gubernur Rohidin Jelaskan Hewan Ternak Mati Karena Pmk Bisa Dapatkan Bantuan

“Secara teknis tentu Dinas Peternakan dan Keswan yang menangani dari sisi penyakitnya. Tapi karena ini sifatnya sudah menyebar, tentu memerlukan penanganan managerial secara menyeluruh. Maka sangat tepat adanya unsur-unsur lain terlibat,” jelas Rohidin.

Baca Juga :  Rakerda Dekranasda, Tingkatkan Daya Saing Pengrajin Bengkulu Go Pasar Digital

Bisa diusulkan jika memang benar mati karena PMK dan diterima laporannya oleh Satgas PMK yang dikomandoi BNPB.

“tinggal lagi para peternak bersangkutan melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pengusulan ,” pungkas Rohidin.

Peternakan dan Hewan Muhammad Syarkawi mengatakan, untuk mendapatkan ternak mati akibat PMK, peternak harus menyiapkan beberapa persyaratan.

Baca Juga :  Saingi Pertalite Eceran, Harga Pertamax di Bengkulu Turun Jadi Rp.13.300

Melampirkan surat keterangan dari dokter hewan atau pejabat otoritas peternakan setempat, surat keterangan dari kades atau lurah setempat, serta tercatat dalam Sistem Informasi Hewan (Siknas).

“Berkas persyaratan akan dikirimkan ke pusat dan dilakukan pengkajian, jika memenuhi syarat maka akan ditransfer langsung ke rekening peternak bersangkutan,” terangnya.

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Buka Seleksi Petugas Haji Daerah 2023, ini Syaratnya

Diketahui, saat ini lebih dari 60 ekor hewan ternak di yang mati akibat terjangkit PMK. Sementara baru 14 peternak yang melaporkan dan melengkapi persyaratan ke pihak kementerian.

tersebut diperkirakan akan diberikan kepada peternak dalam waktu dekat masing-masing sebesar 10 juta rupiah. (Adv)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News