Gubernur Rohidin Tinjau Progres Pembangunan Berendau Kutau Manna

Avatar Of Wared
Gubernur Rohidin Tinjau Progres Pembangunan Berendau Kutau Manna
Gubernur Rohidin Mersyah saat meninjau Progres Pembangunan Proyek Berendau Kutau

meninjau Progres Pembangunan Proyek Berendau Kutau bersama Team Leader Program KOTAKU dan Wabup , di Kelurahan Kota .

Disampaikan ke-10 ini, Berendau Kutau yang direncanakan Pemkab akan dijadikan ikon dan kuliner tersebut, jelas perlu mendapatkan support dari berbagai pihak, salah satunya dari Pemprov bersama jajaran Legislatif Provinsi dapil dan .

Gubernur Rohidin Tinjau Progres Pembangunan Berendau Kutau Manna

“Ini akan sama-sama kita perjuangkan, saya bersama Pak Samsu Amanah dan 4 anggota DPRD dapil BS- serta Pemkab BS sendiri. Hal ini mengingat Pasar Kutau sebagai salah satu pusat masyarakat Sekundang Setungguan,” jelas Gubernur Rohidin.

Baca Juga :  Polres RL Dalami Penyebab Keracunan Massal

Sehingga dari pertemuan dan diskusi singkat bersama jajaran Pemprov , dapil BS-, Kepala Bappeda dan Dinas PU , Wakil Bupati (Wabup) dan tim pelaksana, disimpulkan bahwa Berendau Kutau akan disupport pembangunannya melalui APBD Pemprov 2022 dengan mata anggaran Dana Aspirasi Dewan dan ditunjang APBD Pemkab BS.

Dan juga lanjut lulusan terbaik UGM tersebut, hal ini juga bisa diusulkan ke Kementerian Perdagangan RI untuk di-support sebagai pasar ibu kota kabupaten melalui Program Revitalisasi Pasar Tradisional Modern.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri, Pemprov Bengkulu akan Ambil Langkah Strategis Tangani Covid-19

“Ini bisa diselesaikan melalui dana aspirasi DPRD, jadi sisa anggaran yang dibutuhkan beberapa milyar, saya kira di 2022 bisa diselesaikan bertahap. Kemudian proposal pembangunan Pasar Kutau ini juga bisa diusulkan sebagai Program Revitalisasi Pasar Modern ke Kementerian Perdagangan,” pungkasnya.

Sementara itu ucapan terima kasih disampaikan Wabup BS Rifa'i Tajudin atas support dari Pemprov dan DPRD . Menurutnya, geliat di kabupaten BS dipastikan akan semakin berkembang dengan program strategis ini.

“Tentu kami masyarakat BS merasa senang dengan dukungan itu. Saya yakin dan percaya Kabupaten akan lebih maju kedepannya,” ungkapnya Rifa'i.

Diketahui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di dan mendukung Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Baca Juga :  Masterplan Stadion Baru Berbentuk Rafflesia, Gubernur Rohidin: Sesuaikan dengan Keuangan Daerah

Di Kabupaten khususnya di kawasan Pasar Kutau program KOTAKU telah berlangsung sejak 2019. Bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pasar dengan peningkatkan kualitas sanitasi dan pembangunan perumahan di sekitar pasar yang layak. (Mc)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News