Hattrick, Usulan Dari Bengkulu Lagi-Lagi Tidak Laku

Avatar Of Tim Redaksi
Hattrick, Usulan Dari Bengkulu Lagi-Lagi Tidak Laku
[kiri] Arif Gunadi saat dilantik menjadi Pj Walikota Bengkulu oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah [kanan]

Mungkin beginilah fenomena menjelang 2024, akan ada banyak kejutan-kejutan yang terjadi dalam dunia perpolitikan di .

Entah di daerah lain, namun kalau di , ada fenomena yang menarik nan menggelitik yang membuat orang menjadi kaget.

Hattrick, Usulan Dari Bengkulu Lagi-Lagi Tidak Laku

Diawali dengan Kabupaten Tengah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menunjuk Heriyandi Roni menjadi Pj Bupati.

2 kali usulan dari pun tidak laku, karena setelah masa jabatan habis, kursi Pj Bupati kembali diserahkan kepada Heriyandi Roni. Usulan Gubernur dan DPRD Tengah kembali tak digubris.

Dan akhirnya Hattrick…. Ibarat pertandingan bola, kebobolan 3 kali. Kali ini giliran usulan dari DPRD Kota yang tidak laku.

Sesuai dengan aturan, yang dibuat oleh Kementerian Dalam Negeri yang disahkan tahun 2023 ini, penunjukkan Pj memang bisa dilakukan oleh Menteri, seperti yang terjadi di Tengah sebagai contohnya.

Baca Juga :  Gubernur Rohidin Mersyah Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua,

Kementerian diturunkan ke Daerah untuk memimpin karena terjadinya kekosongan kepemimpinan di daerah tersebut.

Nah, kali ini bukan Kementerian yang diturunkan ke daerah, tapi pejabat di daerah itu sendiri yang diangkat jadi Pj.

Ialah Sekretaris Daerah Kota , Arif , yang kemudian langsung menjadi perbincangan berbagai kalangan dan mendadak viral.

Pelantikannya dihiasi dengan beberapa poster penolakan saat prosesi , berbagai kalangan di beberapa group pun ikut riuh membicarakan ini.

Arif dilantik menjadi Pj Walikota oleh Gubernur pada Minggu, 24 September 2023, menggantikan kepemimpinan -Dedy Wahyudi.

Baca Juga :  Gubernur Bengkulu Dianugerahi Gelar Profesor dari Pemerintah Korea Selatan

Banyak kalangan yang merasa heran dengan tersebut, karena nama Arif bahkan tidak masuk dalam usulan Gubernur maupun DPRD sebagai pihak legislatif yang katanya wakilnya rakyat kota .

Nama Arif memang sempat muncul dalam bursa calon Pj di DPRD Kota , tapi dirinya tersingkir karena hanya mendapatkan dukungan 4 suara dari hasil musyawarah pimpinan dan fraksi DPRD Kota saat itu.

Ia dikalahkan oleh Syafriandi yang didukung 10 suara, Atisar Sulaiman 9 suara, dan Karmawanto 7 suara. 3 nama inilah yang diajukan ke Mendagri dalam surat DPRD Kota Nomor: 170/952/SETWAN/2023.

Gubernur sebagai salah satu pihak yang juga berhak mengusulkan selain Menteri dan DPRD sesuai Pasal 9 Permendagri Nomor 4 Tahun 2023 pun turut mengirimkan nama-nama usulan sebagai calon Pj.

Baca Juga :  Polres KPH Tetapkan 3 Tersangka Tambang Ilegal

Edi Susanto, Soemarno, dan kembali muncul nama Syafriandi diusulkan Gubernur ke Mendagri dalam surat Nomor: 100.1/1034/B.1/2023 Tanggal 25 Juli 2023.

Banyak yang mengira, Syafriandi lah yang akan menduduki kursi Pj. Namun, lagi-lagi khalayak tertipu, bukan Syafriandi tapi Arif yang duduk.

Jadi, siapa yang mengusulkan nama Arif Mendagri sendiri kah, atau Menteri lain Nama yang bahkan tidak muncul dalam usulan Gubernur dan DPRD kota .

 

WaPimred

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News