Opini  

Helmi Hasan, Walikota yang Menafkahi Janda, Tapi tak Ingin Menikahinya

Avatar Of Wared

Oleh : Nugroho Tri Putra*

Muda dan energik, terus menggaungkan banyak program dalam memimpin . Di masa periode kedua kepemimpinannya, banyak lompatan yang dilakukan bersama Wakil Walikota . Ia ingin, menjadi religius dan bahagia. Interpretasi dari keinginan yang tertera pada visi dan misinya itu membuat Helmi mengeluarkan kebijakan kebijakan yang populer, beberapa di antaranya viral se-nusantara.

Helmi Hasan, Walikota Yang Menafkahi Janda, Tapi Tak Ingin Menikahinya

Sebut saja larangan bercerai bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Kebijakan ini viral se-Indonesia, bahkan televisi memberitakan live perihal kebijakan tersebut.

“Pejabat Pemkot Bengkulu baik eselon II, III, IV, dan staf PNS serta Pegawai Tidak Tetap termasuk seluruh masyarakat dilarang cerai, karena cerai membawa kebencian Allah SWT. Cerai itu menyusahkan anak-anak, keluarga dan bangsa serta negara,” kata ketika diwawancarai November 2019 lalu.

Ia punya alasan yang kuat bahwa religius dan bahagia itu pondasinya adalah dari keluarga. Karena itu, keluarga keluarga di harus bahagia. “Tidak boleh ada keluarga yang bercerai, kecuali saat bercerai mereka sama-sama tersenyum,” ujar pria kelahiran 1979 itu.

Baca Juga :  Pertanyakan LHP Desa Mundam Marap, Inspektorat Mukomuko di Gugat ke KIP

Kebijakan populer lainnya adalah Program 1001 Janda, melalui program ini, janda janda di mendapat sentuhan perhatian oleh pemerintah. Melalui Badan Amil Zakat () , menafkahi para janda yang tak mampu secara ekonomi untuk membeli kebutuhan sehari hari.

“Saya hidup susah, suami telah meninggal 6 tahun lalu, anak saya 6. Dengan adanya belanja gratis ini kami sangat terbantu. Terimakasih Bapak Walikota,” kata Nur Aini (56) warga RT 5 Kelurahan saat mendapat program belanja gratis untuk janda di salah satu mall pada Maret 2020. Ini luar biasa, menafkahi janda. Bagi , menafkahi tak harus menikahi.

Tidak hanya itu, anak janda dan duda di juga tak luput oleh perhatiannya. Melalui Gerakan Peduli Yatim (GPY), anak anak yatim di diangkat sebagai anak asuh. Walikota mengeluarkan kebijakan semua pejabat eselon II, III, dan IV menafkahi anak anak yatim dari keluarga tidak mampu di . Eselon II menafkahi 5 orang anak yatim, eselon III menafkahi 2 orang anak yatim, dan eselon IV menafkahi 1 orang anak yatim. Setiap bulannya, pejabat eselon menyisihkan Rp. 100 ribu untuk anak asuhnya dan bentuk perhatian lainnya.

Baca Juga :  BPKAD Kota Bengkulu Serahkan Hewan Kurban Ke Masjid Mukhlisin

Ternyata Program GPY ini membawa inpsirasi bagi daerah lain, Walikota Tanjung Balai H.M Syahrial mengadopsi ide cemerlang itu melalui PENTATIM (Peduli Anak Yatim). Pemkot Tanjung Balai mendeklarasikan sebagai daerah Peduli Anak Yatim pada Januari 2020. Luar biasa.

Walikota segudang prestasi ini juga penggagas Mobil Dinas (Mobnas) bisa digunakan warga. Ketika daerah lain seperti Bandung Barat dan Kota Bekasi baru memulai, Pemkot Bengkulu justru telah lebih dulu menghadirkan program Mobil Dinas BD 1 A dan BD 2 A bisa digunakan untuk warga yang akan melangsungkan akad nikah atau resepsi. Program yang berjalan sejak akhir tahun 2018 bukan tanpa alasan mengapa diwujudkan. Bak mimpi menjadi kenyataan, Walikota ingin mobil dinas tidak hanya digunakan dirinya saja, tetapi bisa digunakan warga tidak mampu yang tidak memiliki fasilitas kendaraan ketika hendak menikah.

“Semua gratis. Mulai dari supirnya, BBMnya. Kita antar mempelai yang hendak menikahi pasangannya,” ujar peraih Kepala Daerah Inovatif tahun 2020 ini.
Tidak hanya untuk menikah, mobnasnya itu juga kerap digunakan untuk mengantar warganya yang sakit ke rumah sakit. Waktunya selalu diwakafkan untuk berbuat kebaikan, memberi perhatian ke warganya yang kesusahan. Bahkan tak jarang menunda sedikit rapat bersama OPD demi hadir di tengah duka warganya.

Baca Juga :  Wawali Dedy Wahyudi Instruksikan Lurah dan Camat Data Warga Penerima Gas Melon

Masih banyak program inspiratif yang lahir dari pemikiran Walikota yang kerap ngantor di masjid itu, seperti Menghafal 40 Hadits, 1000 jalan mulus, Layanan Adminduk three in one, Samisake, Masjid buka 24 jam, dan lain lainnya. Kesemua itu ditujukan agar menuju kota yang religius dan bahagia.

Semua program dan langkah keberhasilan tersebut sudah layak juga dirasakan di semua daerah di Provinsi ini. Bak pepatah bijak mengatakan _Pelangi yang indah juga harus dirasakan oleh semua penduduk bumi._

_*Penulis Adalah Alumnus Program Magister Ilmu Universitas Andalas, Padang, tahun 2015. Menyelesaikan S2 Melalui Beasiswa Kementerian RI_

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News