Hutan Adat di Kabupaten Lebong Mulai Diverifikasi

Avatar Of Wared
Hutan Adat Di Kabupaten Lebong Mulai Diverifikasi
Kunjungan KLHK dan Kemendikbudristek di Balai desa Talang Ratau Dalam Agenda Rapat Verifikasi Hutan Adat di Desa Talang Ratau

Satujuang- Desa (Pemdes) Talang Ratau, Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten menerima kunjungan dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Kemendikbudristek (Kementerian , Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).

Kegiatan kunjungan dilaksanakan di Balai desa Talang Ratau dengan agenda rapat verifikasi adat yang ada di Desa Talang Ratau, Sabtu (4/5/24).

Hutan Adat Di Kabupaten Lebong Mulai Diverifikasi

‘'Kami menyambut baik kedatangan tim dari KLKH dan Kemendikbudristek, karena memang keinginan masyarakat Desa Talang Ratau wilayah adat bisa digarap dan bisa digunakan masyarakat apalagi bisa mendapat izin untuk dibuat sertifikatnya,'' ujar Kepala Desa (Kades) Alfian.

Baca Juga :  Pemdes Suka Raja Sukses Bagikan BLT-DD Kepada 19 KPM

Dijelaskan Kades, mereka terdiri dari dua tim, satu tim langsung turun kelapangan untuk memverifikasi wilayah adat yang luasnya mencapai 360 Ha.

Sedangkan tim yang ke dua berada di balai desa untuk mempertanyakan serta menjelaskan dengan tokoh masyarakat termasuk kepala desa tentang adat.

‘'Kami mengucapkan terima kasih kepada tim KLHK dan Kemendikbudristek serta semua pihak yang sudah terlibat dalam mensukseskan verfikasi awal ini, semoga apa yang masyarakat Desa Talang Ratau inginkan selama ini nantinya bisa terwujud,'' imbuh Kades.

Baca Juga :  Penyampaian Tata Tertib dan Tahapan Pilkades Pasar Ipuh

Sementara itu, Deden mewakili dari kemendikbudristek menyambut baik program yang dilaksanakan KLHK di wilayah kabupaten ini.

Kata dia, ini semua untuk manajemen pengelolaan perhutanan yang lebih baik dan memastikan keberlanjutan baik sistem dari masyarakat adat serta maupun sisi .

‘'Selama ini yang kami lihat adat yang diserahkan kepada masyarakat adat ada beberapa yang belum optimal, makanya kami mendukung dalam bentuk kepastian dan adat untuk desa yang akan di tetapkan status adatnya,” jelas Deden.

Baca Juga :  Pembangunan Fisik Desa Gandung Tahun 2023 Selesai Dimonev

Dia menyampaikan bahwa unsur-unsur kebudayaan adat sudah ada di Desa Talang Ratau, besar kemungkinan penetapan menjadi adat bisa lebih cepat.

Mereka berpedoman pada UU No 52 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan juga pembinaan.

“Namun saat ini kemendikbudristek hanya mendata objek kemajuan kebudayaan,” tutup Deden. (Fiky)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News