Indonesia Kutuk Keras Israel Atas Serangan Ke Fasilitas PBB

Avatar Of Qisti Nadifa
Indonesia Kutuk Keras Israel Atas Serangan Ke Fasilitas Pbb
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt

Satujuang- kutuk keras atas serangan ke Fasilitas Persatauan Bangasa Bangsa (PBB) di Khan Younis, Gaza, pada Rabu (24/1/24).

“Serangan tersebut menambah daftar pelanggaran yang terus dilakukan terhadap internasional,” kata Kementerian Luar Negeri RI melalui platform X, Kamis (25/1/24)

Indonesia Kutuk Keras Israel Atas Serangan Ke Fasilitas Pbb

Sedikitnya sembilan korban , dan 75 orang lainnya terluka akibat serangan artileri terhadap pusat pelatihan PBB yang digunakan untuk menampung para pengungsi di Kota Khan Younis.

Baca Juga :  Kasdim 1013/Muara Teweh Pantau Lokasi TMMD Ke-111

Sementara itu Komisioner Jenderal Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNRWA), Philippe Lazzarini, juga mengecam pasukan pendudukan yang secara langsung menyerang pusat pelatihan yang dikelola badan PBB itu.

UNWRA menyebut aksi itu sebagai aksi terang-terangan yang melanggar aturan dasar .

“ kembali terang-terangan tak mempedulikan dasar ,” kata Philippe Lazzarini.

Baca Juga :  Bukti POLRI TNI Kompak, Kapolres Banjarnegara Suapi Dandim 0704

Menggunakan platform X untuk mengungkapkan pandangannya mengenai “Hari mengerikan yang kembali terjadi di Gaza,” dia mengungkapkan sekitar 30.000 orang mengungsi di fasilitas UNWRA itu.

Menurut dia, jumlah korban mungkin lebih banyak lagi.

“Kompleks itu merupakan fasilitas PBB yang ditandai secara jelas dan koordinatnya dibagikan kepada Otoritas seperti yang kami lakukan di semua fasilitas kami,” kata dia

Baca Juga :  Dadang Keluhkan Puluhan Juta Upah Kerjanya Membangun Rumah Tidak Dibayarkan Pemilik

Sementara itu,  berdasarkan laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), sedikitnya  25 ribu warga sipil terbunuh akibat genosida oleh .

PCBS mencatat bahwa 25.295 korban jiwa berada di Jalur Gaza, sedangkan 369 korban jiwa lainnya terdapat di Tepi Barat. Korban - dilaporkan mencapai 12.345.(Qiss/Infopublik)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News