Irjen Pol Ahmad Luthfi Janji Beri Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Avatar Of Wared
Irjen Pol Ahmad Luthfi Janji Beri Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi Bersama Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya

Satujuang- Sekitar 2000 masyarakat di Kabupaten hadiri acara Tasyakuran dan Bersama lintas agama dalam rangka peringatan HUT ke-78 Bhayangkara .

Kegiatan tersebut digelar di Gedung Lasnur Convention Hall Procot, Slawi, Kabupaten pada Senin (8/7/24) siang.

Irjen Pol Ahmad Luthfi Janji Beri Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Kapolda (Jateng) Irjen Pol Ahmad Luthfi yang hadir dalam kegiatan mengungkapkan dirinya merasa tersentuh oleh momen kebersamaan tersebut.

“Momen ini sangat menyentuh hati seluruh insan Bhayangkara di , Belum pernah terjadi sebelumnya hari Bhayangkara diperingati oleh masyarakat,” ujar Kapolda di awal sambutannya.

Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang disebutnya merupakan bentuk sinergitas dan restu dari masyarakat kepada tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.

Turut hadir pula Gubernur Akpol Irjen Pol Krisno H. Siregar, Waka , para PJU , Forkopimda Kab. , serta para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Tak Hanya Ahli Tempur, Satgas TMMD Kodim 0409/TNG Juga Ahli Membangun

“Kami atas nama institusi mengucapkan terimakasih atas dukungan dan restu yang diberikan kepada kami di hari jadi yang ke-78,” ungkapnya.

Tentunya, kata Kapolda, masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan oleh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda berharap dukungan dan restu dari masyarakat terus mengalir guna mewujudkan yang dicintai masyarakat.

“Ke depan kami berjanji akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan tidak menyakiti hati masyarakat. Karena besarnya ditentukan oleh masyarakat kita,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda menjelaskan hakekat dari peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Nama Bhayangkara terinspirasi dari pasukan elit kerajaan Majapahit.

Pasukan yang sangat setia kepada rajanya itu dipimpin oleh Patih Gajahmada.

“Pasukan Bhayangkara terkenal dalam upayanya melindungi raja Majapahit dari pemberontakan,” sebutnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Pasukan Bhayangkara di Zaman Kerajaan Majapahit berpegang pada empat prinsip prajurit yang disebut Catur Prasetya.

Baca Juga :  Hari Pertama Tahun 2022, Kapolres Batu Pimpin Apel Pengecekan Personel

Empat prinsip prajurit tersebut yakni: ‘Satya Haprabu' yang artinya setia kepada pemimpin negara, ‘Hanyaken Musuh' yang artinya mengenyahkan musuh negara, ‘Gineung Pratidina' yang artinya mempertahankan negara, serta ‘Tan Satrisna' yang artinya bekerja sepenuh hati.

Kesetiaan terhadap yang sah sebagaimana terkandung dalam prinsip Satya Haprabu digambarkan melalui upaya dalam mendukung program untuk mewujudkan pembangunan .

“Yang kedua, Hanyaken Musuh dimaknai melalui peran dalam upaya pencegahan dan memberantas kejahatan di tengah masyarakat. Kalau dalam bahasa ulama adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar,” jelas Kapolda.

Tekad dalam rangka mempertahankan negara juga teguh sebagaimana nilai yang terkandung dalam prinsip Gineung Pratidina. Dan yang terakhir, prinsip Tan Satrisa tergambar melalui pelaksanaan tugas yang tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Sebagai Abdi Utama pada Nusa dan Bangsa, Polri sebagaimana Lambang Polri Rastra Sewakottama, Polri dalam pelaksanaan tugas tidak mengharapkan imbalan apapun.

Baca Juga :  Rapat Evaluasi PPKM Skala Mikro Secara Virtual Diikuti Oleh Dandim 1201

“Sehingga ini yang diharapkan terpatri dalam setiap dada anggota Polri dalam memaknai peringatan Hari Bhayangkara ke-78. Mari kita berikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Karena Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa,” tandas Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya turut bangga atas momen kebersamaan yang tergambar antara Polri, dan seluruh elemen masyarakat di acara tersebut.

Dirinya menyebut sinergitas Polri dengan seluruh elemen masyarakat tidak bisa dipisahkan.

“Ini luar biasa, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pimpinan Polri bisa hadir di kegiatan ini sangat membanggakan. Saya yakin segala permasalahan di negeri ini bisa dipecahkan. Polri adalah benteng yang memperkuat bangsa ini,” pungkasnya. (Hera)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News