Jalan Inpres 40 Miliar di Kaur Jadi Sorotan Banyak Pihak

Avatar Of Wared
Jalan Inpres 40 Miliar Di Kaur Jadi Sorotan Banyak Pihak
Proyek Peningkatan Jalan Ruas Pasar Baru-Trijaya-Suka Jaya di Kabupaten Kaur Sepanjang Kurang Lebih 16 Km Ini, Mulai Jadi Sorotan Banyak Pihak

Satujuang- Proyek INPRES peningkatan ruas Baru-Trijaya-Suka Jaya di yang menghabiskan negara sebesar Rp.40.302.550.000 jadi sorotan banyak pihak.

Salah satunya LSM Pekat yang mulai menyoroti kualitas pembangunan sepanjang kurang lebih 16 kilometer tersebut, karena tampak tipis jika dilihat dengan mata telanjang.

Jalan Inpres 40 Miliar Di Kaur Jadi Sorotan Banyak Pihak

“Pekerjaan proyek itu seharusnya diawasi dengan baik dan benar. Sebab tersebut bersumber dari ,” tegas anggota LSM Pekat , Ishak Burandam.

Burandam mengatakan, jika pelaksanaan pembangunan tersebut tidak diawasi dengan baik dan bahkan diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Baca Juga :  Pengacara Amaq Sinta Apresiasi Polri Berikan Keadilan Lewat SP3

Kemungkinan besar, akan memberikan dampak negatif pada pengajuan-pengajuan proyek pembangunan ke pusat yang terkait pembangunan nantinya.

“Proyek yang menyalahi aturan akan jadi bahan perhitungan pusat dan bahkan bisa saja pembangunan untuk provinsi akan semakin kecil kedepannya,” imbuh Burandam.

Jalan Inpres 40 Miliar Di Kaur Jadi Sorotan Banyak Pihak
Diduga Tidak Terbuka, Papan Pengumuman Proyek Ini Tidak Menampilkan Tanggal Pengerjaan

Ia mengungkapkan, sangat banyak pembangunan yang bersumber dari untuk . Namun faktanya banyak yang berakhir menjadi kasus bahkan merugikan keuangan negara.

Burandam meminta pihak pengawas proyek pembangunan untuk lebih aktif mengawasi pembangunan tersebut.

Baca Juga :  Wow, Pria Ini Divaksin 17 Kali

“Namun jika perusahaan yg mengerjakan masih tetap mengerjakan terkesan asal jadi, maka kita sebagai masyarakat yang akan melaporkan masalah tersebut, akan kita awali dengan melakukan uji mutu aspal yang dikerjakan mereka itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peningkatan sepanjang kurang lebih 16 kilometer ini diketahui dibawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Bina Marga Balai Pelaksanaan , Satuan Kerja Pelaksanaan Wilayah II Provinsi .

Dengan kontrak bernomor: HK.0201Bb25/SATKER PJN II/PPK2.1/519 proyek ini dikerjakan oleh PT Belibis Raya Group dan perusahan supervisi PT Arista Cipta, waktu pelaksanaan selama 122 hari kalender.

Baca Juga :  Hakim Dituduh Nistakan Agama, PN Bengkulu Berikan Klarifikasi

Selain kualitas aspal yang dipertanyakan, keterbukaan informasi kepada publik proyek ini juga dipertanyakan, karena tidak mencantumkan tanggal pengerjaan di Papan Pengumuman Proyek tersebut.

Permasalahan kualitas aspal ini mulai mencuat dari keluhan salah seorang warga yang curiga dengan kualitas aspal yang sedang dikerjakan di desa tersebut. (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News