Jonaidi SP Minta Pemda Optimalkan Penyaluran Pupuk Subsidi

Avatar Of Wared
Ketua Komisi Ii Dprd Provinsi Bengkulu, Jonaidi Sp Jonaidi Sesalkan Apbd Tidak Terserap 100 Persen, Padahal Banyak Jalan Rusak
Ketua komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi SP

– Anggota DPRD , SP, meminta daerah khususnya Dinas Tanaman , Hortikultura dan (TPHP) kabupaten/kota untuk menyelesaikan persoalan pupuk bersubsidi yang selama ini dikeluhkan para petani.

Sebab kata , dalam beberapa waktu belakangan petani di daerah mengeluhkan sulitnya pengusulan proposal pengajuan pupuk bersubsidi.

Jonaidi Sp Minta Pemda Optimalkan Penyaluran Pupuk Subsidi

“Saya minta Dinas TPHP kabupaten/kota petakan kebutuhan pupuk petani. Karena apa, saat saya telpon kelompok petani di kabupaten, mereka mengaku kesulitan saat mengusulkan proposal pupuk bersubsidi,” ujar .

Baca Juga :  Suhardhi : Selaku Wakil RL Kami Akan Mengawal Usulan Yang Disampaikan Dalam Musrenbang

meminta agar hal ini disikapi secara serius, mengingat pusat tengah mengalokasikan penyediaan pupuk subsidi sehingga dapat meningkatkan produksinya.

“Tahun ini penyediaan pupuk bersubsidi akan dilakukan secara besar-besaran. Sehingga sangat disayangkan ketika petani di daerah tidak tercatat sebagai penerima pupuk subsidi,” kata SP.

Baca Juga :  Audiensi Dengan PGH, Gunadi Yunir : Akan Kita Panggil Pihak Terkait

meminta petani yang belum terdata sebagai anggota kelompok tani dan tercatat dalam penerima Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dapat dimasukan sebagai penerima bubuk subsidi.

Sementara itu, di lain sisi, Kepala Dinas TPHP Ricky Gunarwan mengungkapkan pihaknya terus memantau penyaluran pupuk subsidi di daerah agar tepat sasaran.

Mengenai penambahan RDKK, ia menyambut baik dan akan mendorong Dinas TPHP di daerah dapat menjaring petani yang belum masuk ke dalamnya.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Perjuangkan Pembangunan Jalan Tol Lanjutan

Ia juga menjelaskan serapan pupuk subsidi di daerah telah mencapai angka optimal di mana pada penyaluran jenis NPK sebesar 90-an persen dan Urea 75 persen. (Adv)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News