Kadinsos Kota Bengkulu : Berani Jadi Koordinator Gepeng, Denda 50 Juta

Avatar Of Arief
Kadinsos Kota Bengkulu : Berani Jadi Koordinator Gepeng, Denda 50 Juta
Rosminiarty, Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu

Kota (Pemkot) melalui Dinas (Dinsos) akan menindak tegas barang siapa yang mengkoordinir atau menjadi koordinator kegiatan jalanan di .

Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahum 2017 tentang penanganan jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng) di pasal 21 ayat 2.

Kadinsos Kota Bengkulu : Berani Jadi Koordinator Gepeng, Denda 50 Juta

“Barang siapa yang mengkoordinir atau menjadi koordinator semua kegiatan jalanan maka ia terkena denda 50 juta dan penjara 6 bulan,” ungkap Kadinsos Rosminiarty, Rabu (8/6/22).

Baca Juga :  Penilaian SAKIP, Pemkot Bengkulu Bertahan di Predikat B

Rosminiarty mengaku, sejauh ini pihaknya belum pernah menemukan koordinator dari jalanan tersebut.

Perda ini sesuai dengan yang di maksud dalam pasal 5 (larangan) ‘Setiap orang atau Badan dilarang melakukan eksploitasi atau menyuruh orang lain untuk melakukan kegiatan sebagai jalanan, gelandangan dan pengemis baik dengan bujukan maupun dengan paksaan, dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 50 juta.

Baca Juga :  Ungkap Mafia Tanah, Polda Bengkulu Koordinasi Dengan BPN

Hal ini juga sebagai tindakan tegas dari Dinsos dengan adanya yang melarikan diri dari Rumah Singgah tersebut dengan cara membobol flapon dan terali.

“Ditakutkan disini para gepeng telah dikoordinir salah satu oknum dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain,” pungkas Rosminiarty. (**)