Hukum  

Kasus Pengadaan Truk Sampah, 104 Kades Kembalikan Fee 2 Miliar  

Avatar Of Arief
Kasus Pengadaan Truk Sampah, 104 Kades Kembalikan Fee 2 Miliar  
Kepala Kajari Gowa, Yeni Andriani, saat menunjukan uang pengembalian kerugian negara dari 104 Kades senilai 2 miliar

 – Sebanyak 104 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten mengembalikan kerugian Negara terkait kasus pengadaan truk .

“Totalnya sebesar Rp 2.072.074.400.00 yang diserahkan kepada kami dari 104 Kepala Desa,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) , Yeni Andriani, Jumat (3/3/23).

Kasus Pengadaan Truk Sampah, 104 Kades Kembalikan Fee 2 Miliar  

Yeni menyebutkan, masih ada 17 Kepala Desa yang belum mengembalikan kerugian Negara dari tindak pidana truk tahun 2019 yang bersumber se- ini.

“Seharusnya 121 Desa, sedangkan 17 Kades belum mengembalikan lantaran yang bersangkutan sudah tidak menjabat lagi da nada juga yang telah me ninggal dunia,” ungkap Yeni.

Baca Juga :  Korupsi Dana Desa Rp.490 Juta, Kades di Benteng Jadi Tersangka

Yeni menerangkan, setiap desa mendapatkan Rp.20 juta sebagai ucapan terima kasih setelah mobil truk sudah diterimanya.

“Dan saat ini kasus  tindak pidana pengadaan truk ini masih bergulir di pengadilan tipikor ,” jelas Yeni.

Untuk diketahui, dalam perkara tindak pidana pengadaan truk ini melibatkan 86 desa dari 121 desa yang ada di .

Baca Juga :  Antisipasi Resiko, Polres Aceh Barat Tutup Tambang Emas Ilegal

Total kerugian negara dari hasil audit BPKP Sulsel sebesar Rp 9.104.690.921,20

Penyidik telah menyerahkan lima tersangka dan barang bukti yang saat ini sedang menjalani persidangan di pengadilan tipikor .

Lima tersangka itu yakni MA selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten tahun 2016-2019, AM  selaku Direktur PT Bima Rajamawellang.

Lalu FT Koordinator Bendahara Kecamatan Bontonompo dan SA yang merupakan Koordinator Bendahara Kecamatan Pallangga.

Baca Juga :  Kasus Dana BOS Brebes Memanas, Ketua Umum LSM GNPK RI Turut Tangan

Terakhir tersangka AAS sebagai Supervisor PT. Astra Isuzu Internasional.

Untuk tersangka berinisial MA diketahui telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp.330 juta.

Dalam kasus ini Yeni juga membantah kabar bahwa Kejari juga menerima fee dalam perkara ini.

“Tidak ada yang namanya pemberian fee, itu sama sekali tidak benar,” tegas Yeni. (red/sattu).

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News