Kesehatan Jiwa Pada Lansia, dr. Yessi: Pentingnya Edukasi Demensia Kepada Masyarakat

Avatar Of Tim Redaksi
Kesehatan Jiwa Pada Lansia, Dr. Yessi: Pentingnya Edukasi Demensia Kepada Masyarakat
dr. Yessi Vebrianty

Provinsi menggelar mengenai jiwa pada lansia di Ruang Tunggu Poli Rawat , Senin (22/5/23).

“Hari ini kita menjelaskan masalah jiwa pada lansia khususnya mengenai penyakit Demensia,” ujar Dokter Umum , dr. Yessi Vebrianty pada awak media.

Kesehatan Jiwa Pada Lansia, Dr. Yessi: Pentingnya Edukasi Demensia Kepada Masyarakat

Dijelaskan dr. Yessi, Demensia adalah salah satu penyakit yang orang awam menyebutnya dengan penyakit pikun.

Dimana hal itu terjadi karena fungsi otak yang mengalami penurunan.

“Jadi memorinya bermasalah yang kemudian mengakibatkan aktifitas fisik dan harian sudah tidak bisa dilakukan lalu untuk bersosialisasi dengan masyarakat juga terganggu,” imbuh dr. Yessi.

Baca Juga :  Kapolres Banjarnegara Pimpin Sertijab Kasatlantas dan Kasatintelkam

Diterangkan dr. Yessi, untuk penyakit Demensia itu sendiri masuk ke Poli Geriatri yang ada di Provinsi .

Dimana Poli Geriatri ini sendiri adalah unit perawatan khusus untuk pasien lanjut usia di atas 60 tahun yang membutuhkan perawatan medis dan rehabilitasi yang intensif.

“Di RSKJ ini, pasien dapat melakukan konsultasi dengan Psikiater dari jam 8 pagi hingga jam 12 siang dari hari Senin hingga Sabtu dan dapat menggunakan BPJS juga,” kata dr. Yessi.

Baca Juga :  Kapolri Apresiasi Giat Tinjau Bakti Negeri Akabri 2001

Adapun ditambahkan dr. Yessi, pentingnya edukasi mengenai Demensia kepada masyarakat umum ini sangat diperlukan, karena diharapkan ketika seseorang memasuki usia 60 tahun ke atas, maka orang tersebut masih bisa produktif.

Selain itu ada beberapa aktifitas yang dapat mencegah Demensia seperti, bermain monopoli, catur, melakukan hobi, berwisata dengan dan masih banyak lagi.

“Untuk tantangan dalam memberikan edukasi Demensia kepada masyarakat ini, terkadang masyarakat masih kurang peduli karena mungkin dia belum menemui keluarganya yang menderita Demensia. Sehingga ketika diedukasi mereka akan cuek. Lalu Demensia ini juga berhubungan dengan pola hidup sehat yang mana kadang masyarakat masih mengabaikannya,” terang dr. Yessi.

Baca Juga :  Gotong Royong Perbaiki Jembatan Air Manjunto, Bapera Turun Tangan

dr. Yessi pun berharap ketika masyarakat sadar bahwa salah satu anggota keluarganya menderita Demensia, untuk segera membawa ke RSKJ karena di RSKJ memberikan pelayanan yang dibutuhkan untuk para penderita Demensia.(nt/Adv)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News