Kirab Tumpeng Ketupat Coklat, Tradisi Nenek Moyang Masyarakat Blitar

Avatar Of Arief
Kirab Tumpeng Ketupat Coklat, Tradisi Nenek Moyang Masyarakat Blitar
Kholid Mustofa (baju putih) bersama Sekda kab Blitar dan kadin pariwisata berdoa sebelum tumpeng kupat coklat disajikan masyarakat

– Kampung Edukasi Kampung Coklat yang terletak di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan , menggelar kirab tumpeng ketupat coklat.

“Kami kampung coklat telah 8 kali menyelenggarakan acara tahunan ini, seperti tahun sebelumnya, tradisi ketupat coklat yang hanya ada di ini berjalan sukses,” kata pemilik Kampung Coklat, Kholid Mustofa saat diwawancara awak media, Sabtu (29/4/23).

Kirab Tumpeng Ketupat Coklat, Tradisi Nenek Moyang Masyarakat Blitar

Kholid mengungkap, selama ini dirinya berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Provinsi untuk menjadikan kirab tumpeng ketupat coklat ini sebagai agenda tahunan.

Baca Juga :  Danramil Semampir Pimpin Operasi Yustisi dan Tertib Prokes

Karena kirab ketupat coklat adalah nenek moyang masyarakat sebagai bentuk sedekah dan syukur setelah satu bulan menjalani ibadah puasa Ramadan.

“Dan tradisi ketupat Coklat ini hanya ada di ,” tandas Kholid.

Selain itu, sedekah ketupat coklat ini juga pertanda bahwa kita bisa kembali memulai aktivitas kehidupan seperti biasanya.

“Mudah-mudahan satu tahun kedepan kita diberi kelancaran keberkahan dan di Ridhoi Allah SWT,” Kholid.

Untuk diketahui, kirab tumpeng ketupat coklat adalah tradisi untuk menyambut hari Lebaran Ketupat yang jatuh pada hari ke-7 Idulfitri atau tanggal 7 bulan Syawal Hijriah.

Baca Juga :  Manfaatkan CSR, Wali Kota Blitar Bangun Taman

Usai dikirab, tumpeng ketupat coklat lalu di doakan oleh tokoh agama setempat.

Setekah itu ribuan warga yang berkunjung langsung berebut untuk mendapatkan tumpeng coklat.

Selain bisa dinikmati secara langsung, ketupat coklat sebanyak 3.000 itu juga disajikan bersama lauk pauk lainnya seperti sayur lodeh dan opor ayam.

Para pengunjung mengaku senang, saat mendapatkan ketupat coklat karena tidak ditemui di daerah lain.

Baca Juga :  Sempat Vakum, Sutanto Siap Kembali Bertarung Rebut Kursi DPRD Kota Blitar Dapil 2  

Pasalnya, ketupat yang berwarna coklat tersebut lebih menarik dan unik dibandingkan ketupat pada umumnya.

Kirab tumpeng ketupat coklat ini sengaja panitia gelar, agar tradisi lokal tumpengan tidak punah.

Selain itu juga  sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, setelah satu bulan berpuasa.

Tumpeng yang bentuk kerucut sebagai simbol kepasrahan hambah kepada tuhan. (red/herlina)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News