Kisah Muhammad Dalik, dari Pasai Hingga Deli dan Hubungannya Dengan Bengkulu

Avatar Of Wared
Kisah Muhammad Dalik, Dari Pasai Hingga Deli Dan Hubungannya Dengan Bengkulu
Istana Maimun merupakan istana Kesultanan Deli, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Aur, Medan Maimun.

Setelah Raja Kemuja terbunuh, banyak rakyatnya yang menangis dan meratap, orang-orang besar Kemuja kemudian menghentikan peperangan.

Raja Kemuja lalu dikuburkan dan Muhammad Dalik (Muhammad Deli Khan) menenangkan suasana duka di Kerajaan Kemuja dengan kata-kata yang manis.

Kisah Muhammad Dalik, Dari Pasai Hingga Deli Dan Hubungannya Dengan Bengkulu

Berita kemenangan melawan Kemuja pun telah sampai di telinga Sultan Iskandar Muda. Muhammad Dalik pulang ke dan disambut dengan pesta meriah, sebagaimana biasanya.

Muhammad Dalik lalu dikaruniakan gelar “Seripaduka”.

Beberapa bulan kemudian, Sultan dan orang besar-besarnya memutuskan untuk mengirim Muhammad Dalik ke Bangkahulu ( kini).

Menurut kisah, saat itu sedang terjadi peperangan antara Kerajaan dan Kerajaan Sungai Serut yang rajanya adalah Dalam Muara Bangkahulu.

Di Bangkahulu, Muhammad Dalik tidak berperang, dia menculik Manguyang Maharaja Sakti yang nantinya akan menjadi Raja Kerajaan Sungai Lemau.

Muhammad Dalik membawanya ke tanpa sepengetahuan sesiapa pun di Bangkahulu.

Di , Sultan Iskandar Muda meyakinkan Manguyang Maharaja Sakti bahwa adat istiadat di Bangkahulu tidak akan diubah dan harus tunduk di bawah perintah-perintah Raja .

Sumber lain menyebutkan, tersebut bukanlah penculikan, namun Manguyang Maharaja Sakti diundang secara baik-baik datang ke untuk menyelesaikan masalah.

Hubungan kekerabatan yang dekat antara Muhammad Delik dengan Manguyang Maharaja Sakti disebut sebagai salah satu alasan mudahnya tercipta perdamaian antara Kerajaan dan Kerajaan Bangkahulu saat itu.

Manguyang Maharaja Sakti kemudian setuju, dan dia diantar pulang ke Bangkahulu dengan pasukan pengawal Kerajaan yang dipimpin oleh Muhammad Dalik.

Baca Juga :  KISAH RADEN BURNIAT

Sampai di Bangkahulu, Rajo Manguyang Maharaja Sakti naik tahta jadi raja di Bangkahulu dan mendirikan kerajaan Sungai Lemau sebagai tanda penyelesaian dari – Bangkahulu.

Kemudian, Muhammad Dalik dan pasukannya berkehendak untuk menyerang Kerajaan Sambas (di kini). Namun, peperangan terhenti di tengah jalan.

Sebab, Muhammad Dalik mendapatkan sepucuk surat yang dikirimkan oleh seseorang yang berisi pesan bahwa Sultan memiliki hubungan asmara secara diam-diam dengan istrinya.

Berita ini membuat Muhammad Dalik sangat kecewa dan bersedih hati, dia tidak menyangka hal ini terjadi.

Kalaulah para raja-raja yang telah tunduk di bawah Raja tahu akan takdir seorang Muhammad Dalik ini, yang loyalitasnya sangat tinggi kepada Raja , pastilah semua raja-raja yang tunduk itu akan berkhianat.

Baca Juga :  Rohidin : Penanganan Banjir di Kota Bengkulu Butuh Kesamaan Paradigma

Muhammad Dalik pulang ke dan dia sadar bahwa sangat tidak pantas untuk melakukan pengkhianatan.

Dia kemudian pergi menghadap Sultan, menyampaikan bahwa segala tugasnya sudah selesai dan pengabdiannya berhenti di sini.

Muhammad Dalik tidak lagi menerima perintah-perintah Sultan.

Dia menceraikan istrinya dan menawarkan mantan istrinya itu untuk menjadi pemijat kaki Sultan.

Muhammad Delik saat itu adalah Panglima Laksamana Jendral Angkatan Laut.

 

Hubungan kekerabatan Muhammad Delik dengan Manguyang Maharaja Sakti dimulai dari Sultan Alif/Rajo Garo/Bakilap Slam (bukan Sultan Alif Khalifatullah) yang menikah dengan Puti Reno Pamesori.

Puti Reno Pemrosi sendiri merupakan Batu Hitam (Raja Terdahulu), paman dari Sultan Alif.

Sultan Alif dan Puti Reno Pamesori memiliki tujuh orang , yaitu:

  1. pertama bernama Rajo Pasambahan Sultan Saiful Aladdin (Raja Pagaruyung),
  2. kedua bernama Tuan Gadis Ramping yang menikah dengan Raja Ibadat,
  3. ketiga bernama Yamtuan Rajo Gamuyang (Tuan Titah) mempunyai bernama Rajo Manguyang Maharaja Sakti (Kerajaan Sungai Lemau) yang menikah dengan Puti Reno Buih bergelar Putri Gadiang Cempaka,
  4. keempat bernama Puti Reno Sudi yang menikah dengan Tuan Indomo Suruaso, mempunyai anak bernama Yamtuan Perkasa Alam (Raja Megat 002) yang menikah dengan Putri Maharani di Sikalawi, mempunyai anak bernama Raja Mawang. Raja Mawang merupakan kakek kandung dari Puti Serindang bulan dan Ki Karang Nio (Sultan Abdullah).
  5. Anak kelima bernama Yamtuan Rajo Kuaso yang menjadi Makhudum di Sumanik,
  6. Anak keenam bernama Puti Awan Tasingik yang menikah dengan Muhammad Delik (Muhammad Deli Khan), mempunyai anak bernama Yamtuan Laut bergelar Tuanku Sari Paduka Gocah Pahlawan Laksamana Bintan yang menjadi raja di Deli sekaligus Ampanglima ,
  7. Aak ketujuh bernama Yamtuan samik
Baca Juga :  Nikung Kecepatan Tinggi Lalu Tabrak Truk, Terseret dan Akhirnya Meninggal

Berdasarkan data tersebut, bisa disimpulkan bahwa Muhammad Delik (Muhammad Deli Khan) adalah paman dari Rajo Manguyang Maharaja Sakti.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa Raja Manguyang  juga masih kerabat dekat dengan Raja di Renah Sikalawi .

Sumber: Disarikan dari Hikayat Deli yang ditulis pada pertengahan abad ke-18 oleh seorang pujangga dalam lingkungan Kesultanan Deli dan tambahan dari beberapa sumber lainnya.

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News