Klarifikasi Staf Khusus, Dana Pendidikan APBN 2024 Bukan Melalui Dana Desa

Avatar Of Tim Redaksi
Klarifikasi Staf Khusus, Dana Pendidikan Apbn 2024 Bukan Melalui Dana Desa
Dana pendidikan

Satujuang- Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Strategis, Yustinus Prastowo, menegaskan bahwa belanja pada 2024 tidak mengalir melalui skema .

Pernyataannya merespons kekhawatiran tentang penyaluran dana yang tidak tepat sasaran melalui , Selasa (9/7/24).

Klarifikasi Staf Khusus, Dana Pendidikan Apbn 2024 Bukan Melalui Dana Desa

, yang diperuntukkan bagi kebutuhan spesifik di tingkat desa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, bukanlah jalur untuk alokasi ,” ujar Prastowo.

Baca Juga :  Pastikan Keamanan Acara Labuh Laut, Komandan Patkamla Pulau Ismoyo II-5-38 Lakukan Patroli

Menurut Prastowo, pada tahun 2024 sebesar Rp 665 triliun dialokasikan melalui berbagai instrumen transfer ke daerah, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Otonomi Khusus.

Total alokasi ini dipilah secara rinci, dengan DAU dan Dana Bagi Hasil menyumbang sebesar Rp 212,1 triliun, DAK sebesar Rp 132,1 triliun, serta Dana Otonomi Khusus sebesar Rp 2,2 triliun.

Baca Juga :  Minggu Depan Nama Calon Pengganti Panglima TNI Akan Diumumkan

Informasi yang menyebutkan bahwa sebagian besar dialokasikan melalui , seperti yang diungkapkan oleh mantan Menteri Muhammad Nuh, disanggah oleh Prastowo sebagai tidak benar.

Prastowo menegaskan bahwa pengelolaan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur yang lebih baik.

Baca Juga :  Wabup Sidoarjo Sidak Sungai Kedung Banteng – Kalidawir

Muhammad Nuh, dalam rapat dengan Panitia Kerja Pembiayaan , mempertanyakan kebijakan terkait pengalokasian dana melalui dan transfer ke daerah yang dinilainya tidak tepat.

Ia menyatakan kekhawatiran atas konsekuensi dari pengelolaan yang tidak sesuai dengan prinsip yang seharusnya.(Red/kompas)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News