Konflik di Gaza, Hamas Gunakan Senjata Buatan Lokal dalam Serangan Terbaru

Avatar Of Tim Redaksi
Konflik Di Gaza, Hamas Gunakan Senjata Buatan Lokal Dalam Serangan Terbaru
Hamas

Satujuang- Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan keberhasilan operasi dengan menggunakan bahan peledak anti-personel buatan lokal bernama Ra'diya.

Mereka melaporkan menyerang unit yang terdiri dari enam tentara di Tel al-Hawa bagian barat daya.

Konflik Di Gaza, Hamas Gunakan Senjata Buatan Lokal Dalam Serangan Terbaru

Menurut laporan Al-Mayadeen, serangan ini menyebabkan kematian dan luka-luka pada seluruh anggota unit tersebut.

Sementara itu, Brigade al-Mujahidin memperkenalkan sistem senjata lokal lainnya bernama Haseb 111.

Faksi perlawanan ini mencatat tersebut dikembangkan selama operasi militer terhadap warga sipil Gaza yang disebut Operasi Badai Al-Aqsa.

Baca Juga :  Kodim 0826 Pamekasan Sosialisasi Lomba Kampung Pancasila

Al-Mayadeen melaporkan bahwa produksi ini merupakan pencapaian signifikan selama operasi tersebut.

Pejabat militer dan intelijen menyimpulkan bahwa sejumlah besar senjata yang digunakan oleh Hamas dalam serangan pada 7 Oktober dan selama konflik di Gaza berasal dari persediaan militer sendiri.

Meskipun Gaza telah mengalami blokade militer dari , analis telah lama menyoroti rute bawah sebagai kunci bagi Hamas untuk mempertahankan persediaan senjata yang memadai.

Intelijen terbaru menunjukkan kemampuan Hamas untuk memproduksi roket dan senjata anti-tank dari ribuan amunisi yang gagal meledak, serta senjata-senjata yang dicuri dari gudang militer .

Baca Juga :  Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler Dorong Kenaikan UMP

Intelijen yang terkumpul selama berbulan-bulan pertempuran mengungkap bahwa telah salah menilai niat Hamas sebelum 7 Oktober dan meremehkan kemampuan mereka dalam hal persenjataan.

Untuk melawan agresi militer di Gaza, Hamas menggunakan persenjataan yang sebagian besar berasal dari sisa-sisa bahan peledak militer dan Amerika.

Michael Cardash, mantan wakil kepala Divisi Penjinak Bom Kepolisian , menjelaskan bahwa bahan peledak yang tidak meledak menjadi sumber utama untuk persenjataan Hamas, yang memanfaatkan bom dan peluru artileri dari .

Baca Juga :  Kades Parda Suka dan Tim Medis Lawan COVID-19 Melalui Vaksinasi dan Protokol Kesehatan

Serangan bom secara sporadis selama bertahun-tahun dan serangan terbaru di Gaza telah mengkontaminasi daerah tersebut dengan ribuan ton amunisi yang tidak meledak, siap digunakan kembali.

Satu bom berbobot 750 pon yang gagal meledak bisa menghasilkan ratusan roket atau .

Hamas tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar, sementara militer menegaskan komitmennya untuk melumpuhkan Hamas tanpa menjawab secara spesifik mengenai persenjataan kelompok tersebut.(Red/Republika)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News