Hukum  

Korupsi Anggaran Rutin Polres Lebong, Terduga Oknum Polisi Dituntut Kurungan 6 Tahun Penjara

Avatar Of Wared
Korupsi Anggaran Rutin Polres Lebong, Terduga Oknum Polisi Dituntut Kurungan 6 Tahun Penjara
Kasi Penkum Kejati Bengkulu Ristianti Andriani

Satujuang.com – Persidangan perkara dugaan rutin bulan Januari-Juli 2020 senilai Rp 3 miliar lebih, memasuki agenda pembacaan tuntutan.

Terdakwa oknum Polisi yang bertugas di Bripka Bambang Rudiansyah dituntut hukuman kurungan 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati , dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana , Selasa (7/9/21) siang.

Korupsi Anggaran Rutin Polres Lebong, Terduga Oknum Polisi Dituntut Kurungan 6 Tahun Penjara

Kasi Penkum Kejati Ristianti Andriani, SH. MH mengatakan, dalam sidang virtual yang digelar majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana yang diketuai hakim Dwi Purwanti tersebut, JPU Kejati menyatakan bahwa terdakwa terbukti sah melanggar pasal berlapis yakni Pasal 8 dan 9 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca Juga :  Pesan Berantai Penculikan Anak Cemaskan Warga Blitar, Polresta : itu Hoax  

“Dalam agenda pembacaan tuntutan atas nama Bripka Bambang Rudiansyah, di mana hari ini terdakwa dituntut selama 6 tahun dikurangi masa tahanan dengan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan penjara, apabila denda tidak dibayar oleh terdakwa,” sampainya.

Lanjutnya, ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa sehingga menjadi pertimbangan bagi JPU untuk melakukan tuntutan 6 tahun penjara terhadap terdakwa. Seperti, perbuatan terdakwa merugikan negara sebesar Rp 3.055.513.793,-. Terdakwa tidak mendukung program dalam pemberantasan tindak pidana dan menghambat program pembangunan pada tempat Satker terdakwa bekerja.

Baca Juga :  Polri Bersama Warga Sumber Makmur Aktif Jalankan Siskamling

“Terdakwa juga merusak citra dari sendiri dan perbuatan terdakwa tidak mencontoh suri tauladan baik bagi aparat penegak ,” tukasnya. Selanjutnya pekan depan terdakwa akan menjalani sidang dengan agenda pembelaan di Pengadilan Negeri .

 

Sumber: rakyatbengkulu.com