Luncurkan Kampanye ‘Korupsi Adalah Maut’, Kementan Dapat Sindiran Hingga Candaan

Avatar Of Tim Redaksi
Luncurkan Kampanye 'Korupsi Adalah Maut', Kementan Dapat Sindiran Hingga Candaan
Luncurkan Kampanye 'Korupsi Adalah Maut', Kementan Dapat Sindiran Hingga Candaan

Satujuang- Unggahan terbaru Kementerian (Kementan) di Instagram, yang menghadirkan poster dengan tema “ Adalah Maut”, memicu beragam reaksi dari pengguna media .

Poster tersebut, yang mengadopsi gaya parodi dari “Ipar Adalah Maut”, menyoroti bahaya dengan pesan yang tegas: “ Adalah Maut – a true story”, Sabtu (6/7/24).

Luncurkan Kampanye 'Korupsi Adalah Maut', Kementan Dapat Sindiran Hingga Candaan

Dalam narasinya, Kementan menekankan bahwa praktik merusak tatanan dan menghambat kemajuan negara.

Baca Juga :  Ilmuwan: Diprediksi Ada Ledakan Matahari Saat Gerhana Total 8 April Mendatang

Poster ini juga berfungsi sebagai panggilan untuk melaporkan segala bentuk yang terjadi di lingkungan Kementerian .

Menurut Setyo Budiyanto, Inspektur Jenderal Kementan, unggahan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dalam memberantas serta mendorong keterlibatan aktif dari seluruh jajaran Kementan dan masyarakat.

Dengan menyuarakan pesan ini, Kementan berharap untuk meningkatkan kesadaran publik dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan transparan.

Baca Juga :  Kim Jong Un Tingkatkan Produksi Rudal, Dituduh Dukung Invasi Rusia ke Ukraina

Dalam konteks , unggahan ini juga mencuat di tengah proses yang melibatkan mantan Menteri , Syahrul Yasin Limpo, yang didakwa terlibat dalam kasus di Kementan.

Dalam keterangan tertulisnya, Setyo menegaskan bahwa melalui poster ini, Kementan mengajak semua pihak untuk menjaga integritas dan bersama-sama membangun yang adil dan makmur.

Baca Juga :  Kelola Parkir Alfamart, PT Joker Gandeng Pemuda Pancasila Bengkulu

Poster “ Adalah Maut” juga secara eksplisit menyediakan informasi tentang cara melaporkan indikasi pelanggaran atau praktik .

Hal ini sebagai langkah konkrit dalam memerangi kejahatan ini yang merugikan banyak pihak, terutama dalam sektor yang vital bagi perekonomian .(Red/kumparan)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News