Hukum  

Mabes Polri Diminta Tarik Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen IPR di Karimun

Avatar Of Wared
Mabes Polri Diminta Tarik Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Ipr Di Karimun
Bareskrim Polri

Satujuang- Dugaan Pemalsuan dokumen tambang yang diduga dilakukan oknum Direktur dan Komisaris CV RAM yang sebelumnya dilaporkan salah satu Ormas ke Mapolres , hingga kini belum menemukan titik terang.

Awalnya, Ormas Projo Cabang telah melaporkan secara resmi oknum pimpinan CV RAM tersebut ke Mapolres.

Mabes Polri Diminta Tarik Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Ipr Di Karimun

“Kedua surat tersebut berisi 2 hal yaitu adanya temuan dugaan Pemalsuan pencatut stempel dan tanda tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik pada dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dan temuan dugaan pemalsuan terhadap bukti pembayaran Penerimaan Negara Bukan (PNBP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal pada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral , Ditjen Mineral dan Batu Bara,” terang Ketua DPC ProJo Wisnu Hidayatullah pada awak media beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Harga LPG Naik Lagi, Ada Penyelewengan ? Segera Lapor Polisi

Terpisah, pelporan DPC ProJo DPC inipun didukung oleh M Hafis, Pegiat anti di Kepri.

Dirinya meminta kepada Kapolri melalui Bareskrim Mabes untuk menarik kasus tersebut dan mengambil alih dari Polda Kepri dan Polres setempat.

“Masalah pemalsuan ini sebelumnya sudah ditangani direskrim Polda Kepri, Pihak ESDM dan terkait lainnya sudah dimintai keterangan, namun berhenti tanpa sebab. Ini laporan kawan-kawan ProJo di Polres kita khawatirkan bernasib sama. Jadi, mohon Mabes ambil alih,” paparnya, Senin (22/4/24).

Baca Juga :  FPBK Desak DJBC Kepri Dan KPBC Karimun Berantas Penyelundup

Dirinya mensinyalir ada dugaan pengkondisian kasus di Mapolda kepri, pasalnya, oknum Direktur CV RAM yang diduga terlapor merupakan calon legislatif terpilih dari Partai .

“Kami khawatir ada pengkondisian Kasus, sebab, Direktur CV RAM kala itu sekarang menjadi calon Anggota DPRD terpilih. Dan, mengapa kasus itu berhenti tanpa sebab di Polda Kepri,?” terangnya.

Baca Juga :  Berita Terkesan Tendensius, Ketua Pijar dan JIM Siap Laporkan Media Indonesiadetik

M Hafis mengatkan jika pihaknya telah mengadukan pemalsuan dokumen IPR tersebut ke Intelkam Mabes .

“Kasus pemalsuan Dokumen serta dugaan milik Edy Anwar juga kita telah laporkan ke Intelkam Mabes . Kiranya Mabes dapat bertindak mengingat kinerja polisi di daerah kepri melambat,” pungkasnya. (Esp/RKM)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News