Hukum  

Manajeman PT.DDP Bantah Telah Terjadi Penganiayaan dan Konflik Agraria

Avatar Of Wared
Manajeman Pt.ddp Bantah Telah Terjadi Penganiayaan Dan Konflik Agraria
Humas PT.DDP, Simon Saat Memberikan Keterangan

Satujuang- Menyikapi pemberitaan yang sempat viral di media massa dan medsos, yang menyudutkan perusahaan PT Daria Dharma Pratama () Air Berau Estate (ABE).

Dimana disebutkan pihak merebut hasil panen, security melakukan dan ada konflik agraria dengan masyarakat di Kecamatan Pondok Suguh dibantah keras oleh pihak manajemen.

Manajeman Pt.ddp Bantah Telah Terjadi Penganiayaan Dan Konflik Agraria

“Terkait kejadian kemarin, di pemberitaan media massa dan medsos yang menyebutkan perusahaan merebut hasil panen masyarakat di lahan garapannya, serta terjadi oleh security, kemudian juga tudingan adanya konflik agraria, semua itu tidaklah benar,” terang Humas , Simon, Jumat (17/5/24).

Kata Simon, lahan di ABE merupakan dalam penguasaan , ditanam, dirawat, dipanen serta dikelola perusahaan.

Justru yang dilakukan kelompok masyarakat atas nama KSM yang telah melakukan tindakan pencurian, bahkan mengarah ke penjarahan.

Baca Juga :  Tim Cobra Polres RL Tangkap 2 Pelaku Spesialis Curat

“Jadi dasarnya apa kelompok tersebut menyatakan yang mereka panen itu garapan mereka. Lahan itu sepenuh dikuasai oleh , jadi bukan konflik agraria. Malahan mereka yang mengambil hasil panen dari pekerja yang telah dikumpulkan di TPH (Tempat Pengumpulan Hasil),” kata Simon.

Simon juga membantah pemberitaan yang mengatakan pihak keamanan perusahaan menganiaya masyarakat yang tergabung dalam KMS.

“Security melakukan pengejaran terhadap kelompok masyarakat yang mengambil hasil panen yang dikumpulkan di TPH, saat kejar-kejaran itu, ada yang jatuh dari motor dan akhirnya dirawat di puskesmas, jika ada pemberitaan yang mengatakan security melakukan , saya tegaskan itu tidak benar,” tambah Simon.

Jika benar ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, kata Simon, pihak mereka akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.

Baca Juga :  Jual Anak Bawah Umur, Polisi Berhasil Tangkap Mucikari dan Penikmat Jasa

Selain itu, Simon juga mempertanyakan sikap Polsek Pondok Suguh yang tidak menahan barang bukti berupa dan kendaraan yang digunakan kelompok KMS untuk mengangkut hasil panen di lahan ABE.

dan kendaraan yang sudah diamankan di Polsek Pondok Suguh, dilepas, kami sangat menyayangkan hal ini terjadi”, kata Simon.

Kembali Simon mengatakan, dalam kasus pencurian oleh kelompok KMS akan tetap berproses, dan berupaya melakukan upaya-upaya dengan melaporkan kasus pencurian ke .

Terpisah Plh Kapolsek Pondok Suguh Ipda M Sofyan SIKom, ketika ditanya awak media di kantornya mengatakan, barang bukti pencurian berupa dan kendaraan bukan mereka yang melepas.

Baca Juga :  Tabrak Pengendara Sepeda Motor, Pengemudi Mobil Melarikan Diri

“Kemarin itu situasinya tidak memungkinkan dibawa ke Polres, karena dijalanan dan seputaran Mapolsek masyarakat sudah ramai berdatangan, dan dikhawatirkan terjadi kerusuhan, dan waktu barang bukti dibawa keluar itu, kami sedang berada di ruangan bersama dengan pihak perusahaan,” kata Sofyan.

Sofyan mengarahkan agar kasus ini dilaporkan secara resmi kepada Polsek Pondok Suguh atau ke , supaya dapat dilakukan penanganan secara .

“Silahkan pihak perusahaan laporan dugaan pencurian ini ke Polsek atau Polres, jika kami sudah mendapatkan laporan, kami akan lakukan proses , termasuk dari pihak KMS jika ada dugaan tindakan , silahkan laporkan,” pungkas Sofyan. (Red/Sul)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News