Marak Judi Online, Berikut Kasus Tragis di Kalangan Aparat

Avatar Of Tim Redaksi
Main Judi Online Di Warnet, Dua Pria Bengkulu Selatan Ditangkap Marak Judi Online, Berikut Kasus Tragis Di Kalangan Aparat Dpr Dan Dprd Terlibat Dalam Judi Online, Ppatk Siap Berikan Bukti Skandal Judi Online Di Kpk, 17 Pegawai Diduga Terlibat
Ilustrasi Judi Online

Satujuang- berhasil menangkap 142 tersangka kasus tindak pidana online dalam periode 23 April hingga 6 Mei 2024.

Selain itu, mengusulkan kepada Kementerian dan Informatika untuk memblokir sebanyak 2.862 situs online.

Marak Judi Online, Berikut Kasus Tragis Di Kalangan Aparat

Fenomena online tidak hanya melibatkan masyarakat umum, tetapi juga menyusup ke kalangan anggota dan , menyebabkan berbagai tindakan dan tragis.

Kasus Tindak Akibat Online di Kalangan Aparat

Salah satu kasus yang menarik perhatian publik adalah seorang polwan membakar suaminya akibat kecanduan online.

Insiden tersebut hanyalah satu dari serangkaian kasus yang melibatkan aparat kepolisian dan .

Baca Juga :  Kegiatan Penyuluhan di Lokasi TMMD Ke-111 Kodim 1207/Pontianak

Pada tahun 2023, seorang anggota Densus 88, Bripda Haris Sitanggang (HS), membunuh sopir taksi online di Depok.

HS diketahui beberapa kali melanggar disiplin dengan bermain online, menipu, dan berhutang. Tindakannya dipicu oleh masalah ekonomi, dan dia dijerat dengan Pasal 338 KUHP.

Kasus Akibat Utang Online

Kasus juga mencuat di kalangan akibat utang online. Seorang perwira AL, Lettu Laut (K) Eko Damara, di Pegunungan pada 27 Mei 2024.

Baca Juga :  Polri Bersama Warga Sumber Makmur Aktif Jalankan Siskamling

Eko mengakhiri hidupnya karena terlilit utang online sebesar Rp 819 juta. Investigasi mengungkapkan Eko melakukan aksi tersebut dengan senjata laras panjang di pos komando taktis.

Kasus serupa terjadi pada seorang prajurit AD di Bogor, berinisial PSG, yang ditemukan di kamar RS Lapangan Yonkes 1/YKH/1 Kostrad pada 4 Juni 2024.

Dugaan awal menunjukkan PSG karena stres akibat utang online, namun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.

Polwan Membakar Suami Akibat Online

Kasus paling baru melibatkan Brigadir Satu Fadhilatun Nikmah yang membakar suaminya, Brigadir Satu Rian Dwi Wicaksono, karena marah suaminya sering menghabiskan uang belanja untuk online.

Baca Juga :  Bupati Sidoarjo Ajak NU Perkuat Dakwah Digital dan Angkat Ekonomi Umat

Kejadian tragis ini terjadi di Asrama Polres Mojokerto pada 8 Juni 2024. Fadhilatun menyiramkan bensin ke tubuh suaminya yang kemudian terbakar oleh sumber api terdekat.

Kepala Bidang Humas Polda , Komisaris Besar Dirmanto, mengungkapkan bahwa motif pembakaran tersebut adalah kekesalan akibat pengelolaan keuangan yang buruk oleh korban.(Red/tempo)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News