Megawati Beri Isyarat Bersebrangan dengan Pemerintah, Ini Kata Pengamat Politik 

Avatar Of Tim Redaksi
Megawati Beri Isyarat Bersebrangan Dengan Pemerintah, Ini Kata Pengamat Politik 
Megawati Soekarnoputri

Satujuang- Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan menunjukkan sikap keras terhadap pemerintahan saat ini dalam sebuah acara yang diselenggarakan partainya.

Menurut pengamat Ujang Komarudin dari Universitas Al Azhar, Megawati secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya dan tidak lagi sejalan dengan kekuasaan yang berada saat ini, Sabtu (6/7/24).

Megawati Beri Isyarat Bersebrangan Dengan Pemerintah, Ini Kata Pengamat Politik 

Pernyataan ini muncul menyusul pemanggilan Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, oleh untuk diperiksa, yang menurut Megawati merupakan upaya politis dari untuk mengintimidasi partainya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Demak Pimpin Upacara Jambore ke-22 Kecamatan Karanganyar

Ujang menyatakan bahwa Megawati ingin menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini memandangnya dan PDI-P sebagai lawan , dengan menggunakan lembaga penegak seperti sebagai alat untuk menekan kritik mereka.

Megawati sendiri menganggap bahwa kritik yang dilontarkan oleh PDI-P telah memicu tindakan panggilan terhadap Hasto oleh dan kepolisian.

Baca Juga :  Jelang 2024, Partai Golkar PPP dan PAN Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu

Selain itu, ia mengingatkan bahwa sebagai politisi veteran, ia pernah menghadapi situasi serupa saat berhadapan dengan pemerintahan Orde Baru, yang menunjukkan bahwa pengalaman ini bukan hal baru baginya.

Dalam kesempatan yang sama, Megawati menegaskan bahwa ia tidak gentar menghadapi ancaman tersebut dan bahkan menantang penyidik untuk bertindak lebih lanjut terhadap dirinya.

Baca Juga :  Akhirnya Terjawab, PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Sebagai Capres di Pilpres 2024

Dengan sikap yang tegas, Megawati menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala bentuk interogasi dengan memobilisasi tim ahli yang dimilikinya.(Red/kompas)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News