Nikahi Korban dengan Buku Nikah Palsu, Setyawan Priyambodo Hadapi Sidang Penipuan

Avatar Of Tim Redaksi
Nikahi Korban Dengan Buku Nikah Palsu, Setyawan Priyambodo Hadapi Sidang Penipuan
Nikahi Korban dengan Buku Nikah Palsu, Setyawan Priyambodo Hadapi Sidang Penipuan

Satujuang- Sidang ke tiga kasus dan pemalsuan yang diduga dilakukan oleh Setyawan Priyambodo alias Bimo harus ditunda oleh Hakim Ketua.

Sebelumnya, majelis hakim telah membuka persidangan, Bimo juga telah dihadapkan di kursi terdakwa, pada Senin (3/6/24) sore.

Nikahi Korban Dengan Buku Nikah Palsu, Setyawan Priyambodo Hadapi Sidang Penipuan

Rencananya, pada sidang ketiga ini akan disampaikan keterangan saksi korban. Kuasa dari pelapor atau saksi korban, Martinus, menerangkan bahwa kliennya sudah dihadirkan dalam persidangan.

Martinus menyayangkan Hakim Ketua menunda persidangan, dengan alasan kuasa terdakwa tidak hadir.

“Sangat disayangkan sama sekali, terdakwa tidak siap dalam persidangan ini. Kami sesalkan sekali dan kami anggap perilaku kuasa terdakwa tidak profesional serta tidak tanggung jawab,” ujar Martinus.

Majelis hakim pun memutuskan bahwa persidangan kasus dan juga pemalsuan, akan kembali dilanjutkan pada Selasa 11 Juni  2024.

Baca Juga :  Satgas TMMD Ke-111 Kodim 1013/Mtw Bersama Warga bangun Jalan.

“Di sidang selanjutnya, jika penasehat terdakwa kembali tidak hadir, sidang akan tetap dilanjutkan ya,” jelas Hakim Ketua kepada Bimo.

Bimo pun mengiyakan perintah hakim. Sesaat kemudian sidang ditutup dan Bimo kembali ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kami berharap pada persidangan berikutnya, Kuasa dapat hadir dan juga bersifat profesional,” imbuh Martinus.

Latar Belakang Kasus

Diketahui bahwa dugaan dan juga pemalsuan data otentik tersebut terjadi sejak bulan Agustus tahun 2021 silam.

Untuk melancarkan aksi dan menguras harta benda korban, pelaku menikahi korban secara siri pada awal September 2021 di wilayah dan kemudian dinikahkan kembali secara resmi dan besar-besaran pada akhir September di wilayah Bogor.

Baca Juga :  Jokowi Mulai Bagikan BLT BBM Hari Ini

Pada pernikahan yang dilakukan di wilayah Bogor, Bimo membuat buku pernikahan yang belakangan diketahui palsu. Hal ini diketahui untuk mengelabui korban sehingga terdakwa dapat menguasai harta benda korban.

Korban yang merasa janggal, kemudian mencari tahu informasi tentang pelaku. Setelah menelusuri secara mendalam, barulah korban mengetahui jika Bimo Setyawan sudah memiliki isteri.

Martinus, menerangkan, bahwa pelaku menguras harta benda korbannya hingga mencapai Rp 6,5 miliar.

Martinus menerangkan, awalnya pelaku mengiming-imingi korban yakni mendapatkan keuntungan setiap minggunya hingga mencapai dari Rp100 juta hingga Rp 700 juta.

Baca Juga :  Kapolda Sulsel Bedah Rumah Buruh Tani di Gowa

“Korban disuruh untuk melakukan transfer ke rekening terdakwa dengan alasan untuk meminta dana talangan investasi di Bank ,” ungkap Martinus.

Martinus membeberkan, bahwa klien-nya yang merasa dirugikan dan dibohongi bahkan dalam kehidupan rumah tangganya Bimo tidak pernah menafkahi bahkan cenderung merugikan dengan banyaknya kerugian meteriil dan immateril maka pihak korban melaporkan kasus ini kepada Polda Jaya.

“Laporan yang di buat oleh klien kami itu pada Tahun 2023 silam dengan nomor Laporan Polisi LP/B/5565/IX/2023/SPKT/ Polda Jaya,” tutupnya.

Sidang kasus ini akan kembali digelar di PN Cikarang, Selasa 11 Juni 2024.(Red/rls)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News