OpenAI Ungkap Penyalahgunaan Model AI oleh Kelompok dari Israel

Avatar Of Tim Redaksi
Openai Ungkap Penyalahgunaan Model Ai Oleh Kelompok Dari Israel
Ilustrasi

Satujuang- OpenAI telah merilis laporan berjudul “AI and Covert Influence Operations: Latest Trends,” yang mengungkap penyalahgunaan model AI mereka oleh kelompok dari .

Kelompok ini menggunakan model AI untuk menciptakan dan menyebarkan konten negatif tentang Hamas serta narasi radikal Islam di berbagai platform media melalui akun-akun palsu.

Openai Ungkap Penyalahgunaan Model Ai Oleh Kelompok Dari Israel

Operasi ini, yang disebut OpenAI sebagai “Zero Zeno,” diduga dilakukan oleh firma manajemen kampanye bernama STOIC.

OpenAI telah memblokir sejumlah akun dari yang terlibat dalam pembuatan dan penyebaran konten ini di platform seperti X (sebelumnya Twitter), Facebook, Instagram, dan YouTube.

Baca Juga :  Setelah Program Umroh Gratis, Kini BAPERA Provinsi Bengkulu Bagikan Sembako dan Uang Tunai

Menurut laporan, operasi ini menargetkan audiens di Kanada, AS, dan , serta menggunakan bahasa Inggris dan Ibrani. Baru-baru ini, operasi ini juga ditemukan menargetkan audiens di India.

OpenAI menemukan bahwa model AI mereka digunakan untuk menghasilkan web, komentar media , dan akun palsu dengan biodata fiktif.

Model AI ini bahkan digunakan untuk meneliti orang-orang di yang memberikan komentar tentang serikat buruh Histadrut.

Baca Juga :  Kakorlantas Polri dan Tiga Menteri Lepas One Way Nasional

Beruntung, posting-an palsu ini umumnya tidak viral karena netizen sudah dapat mengenali pola dan bahasa bot.

Selain itu, OpenAI juga mengidentifikasi penggunaan gambar yang dihasilkan oleh generative adversarial network (GAN) pada akun palsu.

Banyak dari akun-akun ini menggunakan gambar yang sama dengan nama yang berbeda untuk membalas posting-an media yang sama.

OpenAI menegaskan bahwa penyalahgunaan model AI tidak hanya terjadi di , tetapi juga di negara lain seperti , , dan Iran.

Baca Juga :  Musik Rebana Ala Satgas TMMD

Sebagai tanggapan, OpenAI memantau dan mengganggu ancaman ini serta bekerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem AI untuk berbagi informasi tentang penyalahgunaan ini.

Temuan mereka dipublikasikan secara terbuka demi keselamatan bersama di tingkat masyarakat.(Red/kumparan)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News