Paracetamol P-500 Mengandung Virus Berbahaya, Hoax Kah ?

Avatar Of Wared
Paracetamol P-500 Mengandung Virus Berbahaya, Hoax Kah ?
Gambar yang kembali beredar baru-baru ini di beberapa media sosial

Satujuang- Baru-baru ini kembali tersebar informasi tentang adanya obat Paracetamol P-500 mengandung virus berbahaya yakni Machupo yang sempat ramai diperbincangkan.

“PERINGATAN URGENT! Hati-hati untuk tidak menggunakan parasetamol yang datang ditulis P/ 500. Ini adalah parasetamol baru, sangat putih dan mengkilap, mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia. Dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan .Dan menyelamatkan hidup dari mereka…”, demikian keterangan yang ada pada gambar obat pacetamol yang kembali beredar secara masif di beberapa baru-baru ini.

Paracetamol P-500 Mengandung Virus Berbahaya, Hoax Kah ?

Isu virus Mahopu dalam parasetamol ini selalu muncul dari tahun ke tahun. Virus Machupo ini diketahui dapat menyebabkan demam hemoragik yang dapat mengakibatkan kematian. Lantas benarkan hal tersebut

Baca Juga :  Stroke dan Pikun Jarang Menyerang Penikmat Kopi dan Teh

Menurut ahli Farmasi UGM, Prof.Dr.rer nat.apt.Endang Lukitaningsih M.Si, dalam produk obat parasetamol 500 miligram terdapat virus Machupo tidaklah benar.

“Klaim soal parasetamol mengandung virus Machupo itu salah, tidak bisa diperlengkapi,” tuturnya, dikutip dari laman ugm.ac.id yang tayang pada Selasa (2/8/22).

Sebab, kata dia, ada aturan ketat yang harus dipatuhi perusahaan farmasi terkait cara produksi obat, termasuk parasetamol.

Parasetamol diproduksi dengan standar keamanan dan kebersihan yang cukup ketat. Produsen farmasi harus melakukan pengecekan kualitas terhadap obat yang diproduksinya.

Baca Juga :  Bagaimana Ramadan Memengaruhi Kesehatan Mental dan Emosional?

Kualitas kontrol sudah dimulai sejak bahan datang, baik secara kimiawi maupun cemaran biologis hingga pasca produksi. Produk parasetamol telah diperiksaaan, uji keamanan dan mutu sebelum mati di .

“Sangat tidak mungkin selama proses produksi masih ada virusnya karena kondisi tablet juga harus betul-betul kering. Sementara virus memerlukan lingkungan lembab dan suhu rendah untuk bertahan hidup,” papar Dosen Fakultas Farmasi UGM ini.

Jika ada virus yang bertahan dalam hidup, jelas Endang, hal tersebut dapat dipastikan karena adanya kontaminasi baik manusia maupun hewan yang terinfeksi virus Machupo.

Baca Juga :  Mengungkap Keajaiban Buah Nanas: Khasiatnya yang Mengejutkan bagi Kesehatan

Namun begitu, peluang kontaminasi virus dalam proses produksi obat sangat kecil karena melalui proses kontrol kualitas yang berlapis oleh perusahaan farmasi.

“Selama proses produksi ada sampling untuk menjaga produk baik saat pencampuran, membentuk tablet hingga setelah menjadi tablet,” terangnya.

Oleh sebab itu, Endang mengimbau masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan atau berlebihan mengonsumsi obat penurun panas ini.

Pasalnya, pesan berantai virus Machupo di parasetamol hanyalah tipuan dan belum ada kajian ilmiah yang membuktikan keberadaan virus Machupo dalam parasetamol. (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News