Pasca Unjuk Rasa di Depan Kejati Bengkulu, Ketua Umum FPR Diterpa Isu Penangkapan

Avatar Of Wared
Pasca Unjuk Rasa Di Depan Kejati Bengkulu, Ketua Umum Fpr Diterpa Isu Penangkapan
Rustam Efendi saat orasi didepan kantor Diskominfotik Provinsi Bengkulu pada aksi unjuk rasa Selasa (21/11) lalu

Satujuang- Pasca di depan , berhembus isu miring tentang Ketua Umum (Ketum) Front Pembela Rakyat ().

Kamis (23/11) malam, berhembus kabar bahwa Ketum , Rustam Efendi SH kena Operasi Tangkap Tangan () pihak berwajib.

Pasca Unjuk Rasa Di Depan Kejati Bengkulu, Ketua Umum Fpr Diterpa Isu Penangkapan

Isu baru kembali terjadi hari ini Jumat (24/11/23), Rustam kembali isukan ditangkap pihak berwajib. Namun, kali ini dengan kasus yang berbeda yaitu perkara .

“Semua isu tersebut tidak benar adanya, tidak ada penangkapan,” terang Rustam kepada satujuang melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Porprov Jateng XVI, Atlet Menembak Beregu Kota Tegal Raih Perunggu

Lebih lanjut Rustam mengatakan, saat ini justru pihaknya sedang mempersiapkan berkas-berkas laporan untuk dibawa ke .

Mereka berencana akan melakukan aksi lanjutan di , dengan membawa semua tuntutan yang mereka suarakan di depan pada Selasa (21/11) kemarin.

“Isu-isu miring seperti itu biasa saja terjadi, sudah jadi tantangan kita sebagai aktivis yang menyuarakan kebenaran,” sebut Rustam melanjutkan.

Baca Juga :  Antisipasi Krisis Pangan Dampak El Nino, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Lewat KUR untuk Petani

Rustam tidak menampik, bahwa 14 tuntutan yang mereka suarakan kemarin akan menyeret banyak pihak yang berkepentingan. Sehingga ia tidak merasa heran jika dirinya di isukan seperti itu.

Seperti diketahui, Selasa (21/12) kemarin pihak melakukan aksi di depan , aksi tersebut bergulir hingga ke depan kantor Diskominfotik .

Dihari yang sama, menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang telah dilayangkan pihak kepada mereka.

Baca Juga :  Warga Usul Mobil Damkar, Siswanto : Saya Akan Minta ke Bupati

Pernyataan ini disampaikan Kajati melalui Kasi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus), Danang Prasetyo yang merespon laporan yang masuk minggu lalu.

“Kami masih menelaah dulu, itukan laporan awal jika sudah ditelaah baru kami lakukan pemanggilan,” sampai Danang disela-sela demo massa didepan kantor Kejati.(Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News