Hukum  

Pelaku Pembunuhan Anak Kandung di Tonjong Alami Gangguan Jiwa

Avatar Of Arief
Pelaku Pembunuhan Anak Kandung Di Tonjong Alami Gangguan Jiwa
Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto saat gelar konferensi pers di Mapolres Brebes didampingi Dokter Kejiwaan RSUD Dr. Soeselo Slawi, dr. Gloria Immanuel, Sp.KJ.

– Polisi hingga kini belum bisa menetapkan terduga pelaku dan terhadap kandung di Desa/Kecamatan Tonjong Kabupaten .

Terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Amino Gondohutomo karena mengalami gangguan kejiwaan sejak kecil.

Pelaku Pembunuhan Anak Kandung Di Tonjong Alami Gangguan Jiwa

Dari keterangan dokter pemeriksa kejiwaan pelaku, terduga pembunuh kandung ini mengalami gangguan jiwa berat.

Sehingga, pihak Kepolisian masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menetapkan status terduga pelaku.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres AKBP Faisal Febrianto dalam konferensi pers, Senin (18/4/22).

“Kalau mengacu UU KUHP Pasal 44, orang yang mengalami gangguan jiwa tidak dapat dihukum atau dipidana. Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan Jaksa dan pengadilan terkait status terduga pelaku,” ungkap Kapolres.

Baca Juga :  Tabrak Babi Liar, Nelayan Mukomuko Alami Luka Ringan

Sementara itu, Dokter Kejiwaan RSUD Dr. Soeselo Slawi, dr. Gloria Immanuel, Sp.KJ. mengatakan, selama hampir sebulan lamanya, terduga pelaku ini menjalani pemeriksaan oleh tim dokter kejiwaan di RSUD Dr. Soeselo Slawi.

Tim dokter kejiwaan menyimpulkan bahwa terduga pelaku mengalami gangguan jiwa berat yang nyata sehingga mengganggu terduga pelaku dalam beraktivitas sehari-hari.

Kejiwaan ini juga sudah menurunkan kemampuan fungsinya, baik fungsi , fungsi , maupun fungsi sebagai seorang ibu.

Baca Juga :  Pangdam Diponegoro Dikukuhkan Jadi Duta Asuh Anak Stunting Jateng

Dari hasil pemeriksaan ini, pihaknya menyimpulkan terduga pelaku mengalami gangguan jiwa yang berat.

“Jadi, ini bukan sebuah kejadian yang baru dialami. Ini bukan gangguan jiwa yang baru dialami. Tapi ini adalah sebuah rangkaian. Bahkan, saat kami melakukan pemeriksaan lebih jauh, ada gangguan gangguan jiwa sejak masa kanak-kanak sampai dewasa,” ujar dr Glori.

Menurut dia, dan kandung ini merupakan puncak dari gangguan jiwa yang dialami terduga pelaku.

Pemeriksaan yang dilakukan melalui beberapa tahap seperti pemeriksaan mental/kejiwaan dan pemeriksaan kepribadian ini, terduga pelaku sudah mengalami gangguan kepribadian sejak masih remaja.

Dia menyebutkan, berdasarkan teori dan praktik kedokteran, terduga pelaku bisa sembuh dari gangguan jiwa tersebut. Namun upaya penyembuhan ini membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun.

Baca Juga :  Sebelum Menjarah Korban, Kawanan Perampok Ini Sebar Ranjau Paku di Jalan

Hal ini karena, gangguan jiwa yang dialami terduga pelaku sudah berlangsung cukup lama.

Terduga pelaku saat masih kanak-kanak sering mendapatkan kekerasan verbal, kekerasan fisik, dan juga pelecehan yang ia simpan sendiri.

“Terkait dengan dan yang dilakukan oleh terduga pelaku, itu terjadi lantaran terduga pelaku tidak menginginkan kejadian serupa menimpa pada -anaknya,” imbuhnya. (ags/hms)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News