Penanganan Terkesan Lambat, Komjak Minta Penuntasan Kasus Korupsi Emas 2010-2022 Dipercepat

Avatar Of Tim Redaksi
Penanganan Terkesan Lambat, Komjak Minta Penuntasan Kasus Korupsi Emas 2010-2022 Dipercepat
Penanganan Terkesan Lambat, Komjak Minta Penuntasan Kasus Korupsi Emas 2010-2022 Dipercepat

Satujuang- Komisi Kejaksaan Republik (Komjak), meminta urgensi penuntasan kasus dugaan dalam pengelolaan kegiatan usaha komoditi pada periode 2010-2022.

“Kasus ini telah mencapai tahap penyidikan di Kejaksaan Agung sejak 10 Mei 2023,” ujar Anggota Komisi Kejaksaan, Nurokhman, Kamis (25/4/24).

Penanganan Terkesan Lambat, Komjak Minta Penuntasan Kasus Korupsi Emas 2010-2022 Dipercepat

Ia mengingatkan perlunya Kejaksaan Agung memperbarui perkara yang ditanganinya, termasuk kasus ini, untuk menjaga kepercayaan publik.

Komjak juga telah membentuk tim khusus untuk mengawasi penanganan kasus tersebut, dengan tujuan memastikan agar penanganan perkara di Kejaksaan Agung tetap lancar dan tidak terhambat.

Baca Juga :  Bimtek Pengelolaan Pendidikan Profesi Guru Fakultas Tarbiyah dan Tadris

Pengamat Pidana, Abdul Fickar Fadjar, mengkritik lambatnya penanganan kasus ini, menyoroti perbandingannya dengan penanganan kasus komoditas timah.

Meskipun Kejaksaan Agung telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penggeledahan, Abdul berpendapat bahwa sudah seharusnya tersangka ditetapkan karena bukti yang cukup telah ada.

Baca Juga :  Indonesia Kutuk Keras Israel Atas Serangan Ke Fasilitas PBB

Merespons kritik tersebut, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi, memastikan bahwa penanganan kasus komoditas masih terus berlangsung.

Pihaknya juga masih dalam proses berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait perkara ini.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menemukan indikasi dugaan tindak pidana dalam pengelolaan kegiatan usaha komoditas tahun 2010-2022, yang telah naik ke tahap penyidikan sejak 10 Mei 2023.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Resmikan Polres Pati Jadi Polresta

Meskipun demikian, aspek dugaan kerugian dalam kasus tersebut masih sedang didalami oleh penyidik karena masih berada dalam tahap penyidikan umum.

Tim penyidik telah melakukan penggeledahan di berbagai lokasi terkait, seperti di , Depok, Selatan, dan .(NT/kompas)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News