Hukum  

Pengadaan Lahan JTTS, KPK Sita 54 Bidang Tanah Senilai Rp 150 Miliar

Avatar Of Tim Redaksi
Ketua Kpk Firli Bahuri Tegaskan Polisi Tidak Menemukan Barang Bukti Dalam Penggeledahan Pengadaan Lahan Jtts, Kpk Sita 54 Bidang Tanah Senilai Rp 150 Miliar
KPK

Satujuang- Penyidik dari Komisi Pemberantasan () menyita 54 bidang dalam kasus dugaan terkait pengadaan lahan di sekitar proyek Trans Sumatera (JTTS) pada periode 2018-2020.

Tessa Mahardhika, juru bicara , mengkonfirmasi bahwa penyitaan dilakukan pada 22 Mei 2024, Jumat (21/6/24).

Pengadaan Lahan Jtts, Kpk Sita 54 Bidang Tanah Senilai Rp 150 Miliar

Bidang yang disita terdiri dari 32 bidang di Desa Bakauheni, Selatan, dengan total luas 436.305 meter persegi, serta 22 bidang di Desa Canggu, Selatan, seluas 185.928 meter persegi. Total nilai aset yang disita diperkirakan mencapai sekitar Rp 150 miliar.

Baca Juga :  Kasus Baperlitbang Karimun, M Hafidz Lapor Ke KPK

telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, termasuk mantan Direktur Utama BUMN Hutama Karya (HK).

Ali Fikri, Kepala Bagian Pemberitaan , sebelumnya mengumumkan bahwa penyidikan dimulai atas dugaan kerugian keuangan negara dalam proses pengadaan lahan yang dilakukan oleh PT HK (Persero).

Baca Juga :  Amankan Sabu dan Ganja 9,2 Kg, Polisi Selamatkan 16 Ribu Jiwa     

Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di kantor pusat PT Hutama Karya Persero dan usahanya, PT HKR, di mana ditemukan berbagai dokumen terkait pengadaan lahan yang menjadi fokus penyelidikan.

Langkah-langkah penyitaan dan penetapan tersangka merupakan bagian dari upaya dalam menindaklanjuti indikasi yang melibatkan proyek strategis seperti JTTS.(Red/tempo)