Penyuluhan Narkoba Bagi Penyandang Disabilitas

Avatar Of Wared
Penyuluhan Narkoba Bagi Penyandang Disabilitas
Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi penyandang Disabilitas kota Bengkulu
Iklan Iklan

Satujuang.com – Puluhan penyandang disabilitas menerima penyuluhan dari Binmas Polda bekerjasama dengan Forum Pemberdayaan Indonesia (FPPI), Yayasan Pijar Alqisya dan Gen-inklusi .

Kegiatan dengan peserta mayoritas usia remaja ini digelar di Graha Siber Mayjen Sutoyo Patah Kota , Senin (27/9/21) siang.

Iklan Penyuluhan Narkoba Bagi Penyandang Disabilitas

Setelah menerima arahan dar Ketua FPPI Hj Elly Dahniarty S.Sos, para penyandang disabilitas menerima materi dari Binmas Polda yang disampaikan Iptu Yulita.

Penyuluhan Narkoba Bagi Penyandang Disabilitas

Iptu Yulita memaparkan berbagai bahaya dan obat-obatan terlarang apabila dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya dijauhi dan diperangi.

Adapun dampak negatif penyalahgunaan terhadap atau remaja yakni perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, menurutnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, sering menguap, mengantuk dan malas tidak mempedulikan diri suka mencuri untuk membeli .

Mengkonsumsi terus menerus (kecanduan) membuat tubuh mengalami kejang-kejang, halusinasi, perilaku agresif dan rasa sesak bagian dada.

Dalam jangka panjang, dehidrasi ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Salah satu efek yang seringkali dialami oleh pengguna seperti ganja adalah halusinasi.

Ketua Yayasan Pijar Alqisya Ita Yunita mengatakan, para penyandang disabilitas berpotensi menjadi sasaran peredaran .

Penyuluhan Narkoba Bagi Penyandang Disabilitas

Sejauh ini, belum terdengar kasus peredaran yang melibatkan warga disabilitas.

Namun, tidak menutup kemungkinan mereka bisa menjadi sasaran peredaran dengan memanfaatkan kekurangan fisiknya.

“Komunitas kami perlu dirangkul, karena komunitas disabilitas itu juga bisa jadi sasaran empuk sindikat ,” ungkap Ita.

Ia mengakui warga disabilitas juga tidak lepas dari penyalahgunaan akibat ketidaktahuan mereka mengenai bahaya .

Terlebih, warga yang memasuki usia dewasa dikhawatirkan tergoda untuk mengonsumsi barang terlarang itu sebagai pelarian depresi.

“Penyandang disabilitas ini minoritas, tapi mereka juga butuh masa depan yang cerah. Salah satunya terhindar dari dan diharapkan juga mereka ikut berperan melawan di wilayah Purwakarta ini,” tutur Ita. (***)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *